Air Waduk Riam Kanan Berbuih

“Kami Tidak Akan Gentar”

Insiden nyaris bentroknya tim gabungan penertiban penambangan tanpa izin di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam dengan warga .

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA   - Insiden nyaris bentroknya tim gabungan penertiban penambangan tanpa izin di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam dengan warga Desa Bunglai, Aranio, Banjar, memancing reaksi Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Rachmadi Kurdi.

Dia menegaskan ketegangan yang diwarnai beberapa letusan tembakan peringatan dari tim gabungan, itu tidak akan menyurutkan tindakan penertiban. Pasalnya, ditengarai aksi penambangan emas secara liar itu tetap marak di kawasan Tahura.

Oleh karena itu, dia menegaskan akan ada lagi razia dengan kekuatan lebih besar untuk mengantisipasi terulangnya kejadian tersebut. Sebagaimana diwartakan BPost edisi Sabtu (18/10) kemarin, warga terpantik emosinya karena tim hendak menyita mesin dompeng yang berfungsi untuk memisahkan butiran emas dari pasir dan kerikil. Puluhan warga baik laki-laki maupun perempuan, bahkan di antaranya membawa senjata tajam, mengusir tim tersebut dari wilayah desanya.

“Kalau kurang personel, ya ditambah! Tindakan melanggar hukum tidak bisa dibiarkan. Jika dibiarkan akan terus merajalela,” tegas Rachmadi, Minggu (19/10).

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Senin (20/10/2014) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Tags
razia peti
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved