3,5 Jam Jatuhkan Bom Air

Akhirnya, helikopter M1-8 yang standby di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, beraksi. Rabu (22/10), heli yang bisa mengangkut ‘bom air’

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU  - Akhirnya, helikopter  M1-8 yang standby di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, beraksi. Rabu (22/10), heli yang bisa mengangkut ‘bom air’ berkapasitas 3,5 ton, selama hampir 3,5 jam beroperasi. Tidak sekadar terbang, sesuai dengan fungsinya, heli itu menjatuhkan ‘bom air’.

Nantinya, setiap hari heli itu menjalankan aksinya di atas kawasan yang memiliki titik api. Sementara di hari pertama kemarin, sudah mengguyurkan air ke lahan seluas sekitar 50 hektare di kawasan lingkar utara dan selatan.

“Dua kawasan itu yang paling masih parahnya akibat kebakaran lahan. Jalan terus tiap hari. Rencana berikutnya masih konsen di kawasan ingkar utara dan selatan lalu Gambut. Kondisional pokoknya. Juga untuk amankan bandara (dari dampak kabut asap),” ujar Plt Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kalsel Sufian AH.

Pengamanan bandara dari kabut asap memang sangat penting, karena berdasar pengalaman sempat terjadi penundaan aktivitas penerbangan karena jarak pandang yang terbatas. “Heli akan terus bekerja tiap hari hingga 31 Oktober 2014. Mengapa sampai tanggal tersebut, karena menurut hasil koordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika), pada awal November 2014 sudah masuk musim penghujan,” katanya.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (23/10/2014) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved