Orang Indonesia "BBM-an" 23 Menit per Hari
Harus diakui, telah terjadi pergeseran cara berkomunikasi pengguna mobile di Indonesia melalui
BANJARMASINPOST.CO.ID - Harus diakui, telah terjadi pergeseran cara berkomunikasi pengguna mobile di Indonesia melalui pesan singkat. Jika dahulu banyak yang memanfaatkan fitur SMS (Short Message Service), kini makin banyak yang beralih ke pesan layanan instan, seperti WhatsApp, Line, dan BlackBerry Messenger (BBM).
Untuk layanan pesan BBM, sebuah studi terbaru dari lembaga analisis Nielsen menunjukkan bahwa mayoritas pengguna mobile memanfaatkan aplikasi BBM untuk sarana komunikasi menggantikan SMS atau layanan pesan instan lain.
Dikutip dari The Jakarta Post, Selasa (28/10/2014), jumlah persentase pengguna aplikasi BBM di Indonesia mencapai 79 persen dari total pengguna smartphone. Namun, Nielsen tidak merinci lebih jauh berapa jumlah pengguna BBM aktif di Indonesia.
Tingginya pemakaian BBM ini disumbang ketersediaan aplikasi chat BlackBerry ini platform selain BlackBerry, yaitu Android, iOS, dan Windows Phone.
Selain itu, survei yang dilakukan Nielsen juga mengungkapkan bahwa rata-rata pengguna smartphone di Indonesia memakai layanan BBM selama 23 menit per harinya. Menurut Riza Priyambada, Head of Research di Woori Korindo Securities, layanan data dan internet saat ini lebih disukai alih-alih layanan suara atau SMS.
"Sangat jelas bahwa banyak orang yang kini berkomunikasi melalui BBM (dan platform messenger lain), mereka juga bisa menggunakan media share," ujar Riza.
Layanan pesan instan lain yang populer digunakan di Indonesia setelah BBM adalah WhatsApp dan Line. Menurut Nielsen, jumlah pengguna WhatsApp di Indonesia mencapai 57 persen dari seluruh pengguna smartphone. Sementara itu layanan pesan instan Line jumlahnya mencapai 30 persen.
Soal waktu yang dihabiskan dalam menggunakan kedua layanan pesan instan di atas, pengguna WhatsAp di Indonesia menghabiskan waktu rata-rata masing-masing enam menit dan Line rata-rata lima menit setiap harinya.