Daerahnya Krisis Air dan Obat, Pemda ini Malah Usulkan Beli Mobil Baru

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Tulasi, mengaku pihaknya

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, KEFAMENANU - Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Tulasi, mengaku pihaknya menolak usulan dari pemerintah daerah (Pemda) TTU yang meminta pengadaan tujuh unit kendaraan baru. Sebab kata dia saat ini di daerahnya sedang krisis obat-obatan dan air.

“Waktu rapat pembahasan anggaran, Wakil Bupati TTU mengusulkan untuk pengadaan tujuh unit mobil baru untuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sehingga kita langsung tolak. Alangkah lebih elok kalau dana untuk usulan pembelian mobil itu, dialihkan untuk beli obat-obatan, alat kesehatan, air, listrik dan bangun jalan raya,” beber Agustinus yang juga adalah ketua Fraksi Partai Golkar, Senin (10/11/2014).

Menurut Agustinus, usulan pembelian mobil itu hanya menjadi alasan untuk pemborosan anggaran negara di penghujung tahun dan bukannya kebutuhan yang amat mendesak bagi daerah TTU. Usulan itu jelas sangat bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, karena terdapat lembaga vertikal yang tergabung dalam lembaga Forkopimda.

Pihaknya kata Agustinus, mencurigai getolnya pemda TTU untuk meloloskan anggaran pengadaan mobil untuk Forkopimda Kabupaten TTU adalah reaksi yang penuh intrik. Karena itu pihaknya menyarankan kepada Forkopimda agar tidak terjebak dan sebaiknya menolak pemberian mobil itu. Karena apabila diterima, maka hal itu termasuk kasus gratifikasi yang tentunya akan membahayakan eksistensi instansi vertikal Forkopimda di TTU.

“Kami mengajak seluruh instansi vertikal Forkopimda di Kabupaten TTU untuk berjuang bersama menegakan kebenaran dan perubahan bagi bangsa pada umumnya dan daerah TTU khususnya,” jelas Agustinus.

Saat ini kata Agustinus, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TTU, sedang mengalami krisis obat-obatan dan alat kesehatan selama 11 bulan, air keran yang didistribusikan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Cendana kepada warga, juga sudah tidak mengalir selama enam bulan, banyak sumur warga yang sudah mengering akibat kekeringan yang berkepanjangan, banyak jalan yang rusak dan juga listrik belum dinikmati secara merata di daerah TTU.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved