Pejabat Kalteng Bahas Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan catatan BI, tren pada triwulan ketiga 2014 terjadi penurunan produksi perkebunan dan pertanian karena musim kemarau.

Penulis: Mustain Khaitami | Editor: Ratino Taufik

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Perkembangan ekonomi menjadi salah satu indikator keberhasil pembangunan. Masalah ini pula yang menjadi atensi khusus dari sejumlah pejabat di Kalteng dalam mencermati segala kemungkinan.

Dalam pertemuan Selasa (25/11/2014), juga dibahas berbagai kajian terkait kemungkinan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Dengan kenaikan harga BBM, kita optimistis ekonomi nasional bisa tumbuh 5,1 sampai 5,5 persen," ujar Kepala Bank Indonesia Cabang Palangkaraya Muhammad Nur dalam paparannya.

Diakui, dalam jangka pendek memang akan timbulkan infkasi. Tapi untuk jangka panjang, hal itu dikatakan memberi ruang gerak yang besar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan fiskal.

Berdasarkan catatan BI, tren pada triwulan ketiga 2014 terjadi penurunan produksi perkebunan dan pertanian karena musim kemarau. "Tapi ada yang menarik, teman pengusaha karet mengatakan terjadi pertumbuhan produksi," timpal Nur.

Dalam pertemuan pembahasan perkembangan ekonomi Kalteng, hadir Gubernur Agustin Teras Narang, beberapa bupati kepala daerah, serta sejumlah kepala dinas terkait.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved