Kenaikan BBM Pengaruhi Inflasi Kalsel

dampak yang terbesar dengan adanya kenaikan BBM adalah dampak langsung pada pembelian bahan bakar yang menyumbang 0,83 persen

Editor: Halmien

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terkait adanya kenaikan BBM bersubsidi sebesar Rp2.000/liter, Kantor Perwakilan BI Wilayah Kalimantan memperkirakan akan menambah inflasi Kalimantan Selatan sebesar 1,48 persen (skenario optimis) atau maksimal sebesar 1,54 persen (skenario pesimis).

Mokhammad Dadi Aryadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, menyatakan, dampak yang terbesar dengan adanya kenaikan BBM adalah dampak langsung pada pembelian bahan bakar yang menyumbang 0,83 persen dari penambahan inflasi tersebut.

Ditambahkan Triatmo Doriyanto, Kepala Divisi Asesmen Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, dalam menghadapi tekanan inflasi di akhir tahun yang semakin meningkat, Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Daerah dan stakeholder lainnya telah berkoordinasi dalam wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Beberapa langkah antisipasi sudah dilakukan untuk memastikan kecukupan produksi dan kelancaran distribusi barang, terutama komoditas pangan.

TPID yang berada di tingkat provinsi dan kabupaten juga sedang bergerak cepat untuk melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar dan gudang distributor untuk memastikan ketersediaan pasokan dan memantau harga. Selain itu juga melakukan pengaturan batas atas tarif angkutan, baik dalam kota maupun luar kota. Di samping itu, TPID juga mendorong Pemda untuk memonitor jalannya penyaluran uang kompensasi kenaikan harga BBM agar tepat sasaran dan tepat waktu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved