Bersepatu Roda dalam Pasar
Anak-anak pedagang yang berdiam di kawasan pasar itu, memanfaatkan jalan mulus itu sebagai arena main sepatu roda.
Penulis: Umi Sriwahyuni | Editor: Ratino Taufik
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - “Hu..huuuuuu.......” teriak lima bocah yang berada di atas sepatu roda yang melaju di ruas jalan di dalam Pasar Lama Banjarmasin.
Mereka meluncur bersamaan dengan posisi berbaris ke belakang. Agar tidak terberasi, yang di belakang memegang bahu yang di depan begitu seterusnya. Barisan pesepatu roda amatir ini memanfaatkan pengendara yang lewat di jalan itu, sebagai ‘lokomotifnya’.
Pemandangan seperti ini terlihat setiap sore menjelang magrib di ruas jalan yang mengubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan ujung –kaki Jembatan Pasar Lama—dan Jalan Sulawesi u –kaki Jembatan Mesjid Jami.
Sejak Pemko Banjarmasin beberapa pekan lalu selesai memperbaiki ruas jalan di dalam Pasar Lama Banjarmasin dengan memoles aspal tebal, maka multi fungsi pun terjadi, di sana. Anak-anak pedagang yang berdiam di kawasan pasar itu, memanfaatkan jalan mulus itu sebagai arena main sepatu roda.
“Khusus sore saja kalau pagi dan siang di sini penuh pedagang,” ujar seorang anak sambil menunggu kendaraan yang masuk dalam pasar untuk dijadikan sebagai ‘lokomotif’ menarik dia dan kawan meluncur di atas aspal jalan itu.
Di ‘lintasan’ itu setiap pagi dan siang selalu dipenuhi pedagang di kiri dan kanan jalan bahkan sampai di bagian tengah. Belum lagi tongkrongan abang becak yang menunggu pengunjung pasar memanfaatkan jasa angkutannya.
Jangan untuk bersepatu roda, bagi pembeli saja yang melintas di jalan itu harus berhati-hati.
Wajah Pasar Lama yang semerawut dan padat di sepanjang pagi dan siang, akan berubah ketika sore hingga menjelang magrib. Bahkan, di malam hari pun, khususnya di bulan terang, anak-anak menjadikannya sebagai arena bermain sepatu roda.
Demam sepatu roda melanda anak-anak Kota Banjarmasin. Kalau biasa yang kita saksikan mereka beraksi di kawasan-kawasan siring yang memang memadai untuk aktivitas itu, maka anak-anak pedagang di kawasan Pasar Lama Banjarmasin menjadikan jalan di tengah pasar itu sebagai lintasan mereka.
Ketika anak-anak meluncur secara berbaris sambil berteriak riauh, maka para orang tua mereka tertawa bangga menyanksikannya sambil menunggu dagangan yang tersisa.