Bukan Launching Buku Biasa

Sejak ratusan tahun lalu, keterampilan menenun sudah menjadi bagian hidup masyarakat Pagatan, Tanahbumbu (Tanbu).

Bukan Launching Buku Biasa
facebook/sri hidayah
tenun pagatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak ratusan tahun lalu, keterampilan menenun sudah menjadi bagian hidup masyarakat Pagatan, Tanahbumbu (Tanbu). Kreasi mereka sangat luar biasa meski kurang tersosialisasi ke publik.

Motif-motif tenun Pagatan sangat khas. Pewarnaannya pun alami, mengambil dari alam. Menariknya lagi, meski sejatinya tenun Pagatan dilahirkan oleh masyarakat ‘berdarah’ Bugis, tetapi nuansa Banjar tetap kental terlihat dari motif-motifnya.

Soal warna pun lebih ‘lembut’ berkat perpaduan warna tradisional dua daerah. Padahal, warna tradisional Bugis dan Banjar bertolak belakang. Warna khas Bugis dominan ‘tua’ sementara warna Banjar lebih cerah dan muda.

Di motif pun terjadi pembauran. Motif sasirangan seperti gigi haruan, gagatas dan halilipan dipadukan dengan motif gelombang khas Bugis.

Terjalinnya dua budaya di tenun Pagatan inilah yang membuat Sri Hidayah tertarik menelitinya. Selama dua tahun sejak 2012, dia melakukannya.

“Perajin enggan kain tenun mereka disebut sebagai kain khas Bugis walaupun mereka ‘berdarah’ Bugis. Mereka lebih suka jika orang menyebutnya kain tenun Pagatan,” kata dia kepada BPost, Sabtu (20/12).

Bagi peneliti dari Lembaga Pemerhati dan Pengembangan Ekonomi Lokal (LP2EL) ini, dari sehelai kain tenun Pagatan bisa diketahui berbagai macam kebudayaan.

“Jika melihat tarian, kita bisa melihat kebudayaan suatu suku. Namun di tenun Pagatan, tak sekadar ada kebudayaan namun juga sejarah suatu suku dan banyak hal yang bisa dikupas dan didiskusikan di balik itu,” kata Sri.

Hasil penelitian Sri itu bisa dinikmati oleh masyarakat melalui buku berjudul Eksotika Tenun Pagatan yang diterbitkan dan dicetak PT Grafika Wangi Kalimantan (BPost Group). Buku yang keberadaannya didukung Pemkab Tanbu, Bank Mandiri, Minamas dan BPost Group ini bakal diluncurkan di Ballroom Hotel Mercure, Banjarmasin, Senin (22/12) mulai pukul 19.00 Wita.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Minggu (21/12/2014) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Tags
bedah buku
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved