Pesawat AirAsia Ditemukan

2 Bagian Black Box Terpisah 20 Meter

“CVR sinyalnya juga sudah ketemu. Kira-kira 20 meter dari tempat FDR ditemukan,” ujar Direktur Operasional Basarnas, Marsekal Pertama SB Supriyadi di

2 Bagian Black Box Terpisah 20 Meter
AFP/ADEK BERRY
Bagian dari ekor pesawat AirAsia QZ8501 muncul di permukaan laut Jawa, setelah penyelam dari TNI AL memasangkan balon untuk mengangkat dari dasar laut, Sabtu (10/1/2015). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PANGKALANBUN - Tim penyelam gabungan TNI Angkatan Laut menemukan kotak hitam atau black box berupa flight data recorder (FDR) pesawat AirAsia QZ8501, Senin (12/1). Namun, tim penyelam harus mencari satu black box lagi yakni cockpit voice recorder (CVR).

“CVR sinyalnya juga sudah ketemu. Kira-kira 20 meter dari tempat FDR ditemukan,” ujar Direktur Operasional Basarnas, Marsekal Pertama SB Supriyadi di Posko Pencarian dan Evakuasi, Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, Senin (12/1).

Menurut Supriyadi, bagian FDR ditemukan di koordinat 03 derajat 37" 21 S dan 109 derajat 42' 42" T pada kedalaman 30 hingga 32 meter dan berjarak 1 kilometer dari lokasi temuan ekor pesawat.

FDR ditemukan dalam posisi terhimpit serpihan badan pesawa masih utuh ketika dipamerkan Panglima TNI Jend Moeldoko dan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun. “Saya perkirakan CVR masih relatif utuh juga,” lanjut Supriyadi.

Temuan FDR ini dipastikan milik AirAsia QZ 8501 yang hilang sejak enam belas hari lalu yaitu adanya bukti otentik berupa plat nomor PN 2100-4043-02 dan serial number SN-000556583. Perekam data penerbangan ini berhasil dievakuasi ke kapal oleh TNI Angkatan Laut pada pukul 07:11 WIB.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Selasa (13/1/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved