Ramai-ramai Buru Buku Ajar K-2006

Caranya, selain membongkar kembali perpustakaan, mereka juga ‘mengubek-ubek’ toko buku. Repotnya, banyak toko buku yang sudah tidak menyediakan buku a

Ramai-ramai Buru Buku Ajar K-2006
ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Karena keterbatasan dalam jumlah, buku tersebut terpaksa hanya dipinjamkan ke setiap murid untuk dipakai secara bergantian. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mencari kembali buku ajar Kurikulum 2006 (biasa disebut K-2006). Itu yang kini masih menjadi pekerjaan pengelola sekolah menyikapi keputusan pemerintah yang ‘membatalkan’ pelaksanaan Kurikulum 2013.

Caranya, selain membongkar kembali perpustakaan, mereka juga ‘mengubek-ubek’ toko buku. Repotnya, banyak toko buku yang sudah tidak menyediakan buku ajar Kurikulum 2006. Kalaupun masih ada, hanya bersifat sisa barang belum terjual.

Seperti di Toko Buku Usaha Jaya, di kawasan Pasar Niaga, Banjarmasin. Salah seorang pekerjanya, Iliana, mengaku banyak pengelola sekolah yang datang. Karena yang tersisa hanya buku ajar mata pelajaran Senin Budaya, Bahasa Inggris, IPS Terpadu dan Penjaskes, maka mereka mengajukan pesanan.

“Sudah sejak awal Januari, banyak yang memesan. Ada puluhan sekolah. Tetapi kami belum bisa memenuhinya karena penerbitnya juga harus mencetak kembali,” kata dia, kemarin.

Selain pengelola sekolah, tidak sedikit pula orangtua siswa yang datang untuk membelikan buku bagi anaknya. “Sehari, rata-rata lima buku yang terjual. Tetapi ya itu yang tersedia hanya sisa tahun lalu,” tegas Iliana.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Rabu (14/1/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved