Sekdaprov Bingung Lihat Rapor Anak

Seperti yang dialami Sekdaprov Kalsel, HM Arsyadi. Dia mengaku bingung saat melihat rapor anaknya, yang mengacu pada Kurikulum 2013 (biasa pula disebu

Sekdaprov Bingung Lihat Rapor Anak
ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Karena keterbatasan dalam jumlah, buku tersebut terpaksa hanya dipinjamkan ke setiap murid untuk dipakai secara bergantian. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak hanya pengajar dan anak didik yang dilanda kebingungan akibat masih berlakunya dua kurikulum dalam dunia pendidikan yakni Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Orangtua anak didik juga mengalami kondisi serupa.

Seperti yang dialami Sekdaprov Kalsel, HM Arsyadi. Dia mengaku bingung saat melihat rapor anaknya, yang mengacu pada Kurikulum 2013 (biasa pula disebut K-13). Pasalnya dalam rapor itu tidak ada nilai sebagaimana bila menggunakan kurikulum lain. Yang ada adalah penilaian dalam bentuk pernyataan.

Tak hanya itu yang dikritisi Arsyadi saat coffee morning jajaran Pemprov Kalsel di aula Abdi Persada, Banjarmasin, Rabu (14/1). Menurut dia, fokus para guru bukan lagi meningkatkan pengetahuan anak didiknya, tetapi memenuhi target 24 jam mengajar selama seminggu. Tujuannya, mendapatkan tunjangan sertifikasi.

“Termasuk pula pengadaan buku Kurikulum 2013. Mudahan anak kita tidak menjadi kelinci percobaan, waktu terbuang,” katanya.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (15/1/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved