Kasus Sama Beda Nasib
Doa itu diperolehnya dari rohaniwan yang terus mendampingi dia menjelang pelaksanaan eksekusi, KH Hasan Makarim
BANJARMASINPOST.CO.ID - ADA doa khusus yang diperoleh salah satu terpidana mati, Rani Andriani sebelum menjalani eksekusi, Minggu (18/1) dini hari.
Doa itu diperolehnya dari rohaniwan yang terus mendampingi dia menjelang pelaksanaan eksekusi, KH Hasan Makarim.
“Rani sebelum dieksekusi meminta doa khusus. Eksekusinya lancar, bagus dan saya langsung keluar,” kata ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cilacap, Jateng itu.
Selain Rani, Hasan juga mendampingi terpidana mati lainnya, Namaona Denni dari Malawi. Pria itu juga beragama Islam. “Tugas saya kerohanian sampai menyalati jenazah yang diikuti keluarga. Insya Allah (keduanya) khusnul khotimah ya,” kata Hasan.
Sesuai permintaan Rani, jenazahnya langsung dibawa ke kampung kelahirannya, Desa Ciranjang, Cianjur, Jabar. Dia ingin dimakamkan di dekat makam sang ibunda. Sekitar pukul 12.00 Wita, jenazah yang dibawa ambulans tiba di desa disambut isak tangis keluarga, kerabat dan para tetangga. Jenazah lalu disalatkan di musala kemudian dibawa ke makam.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak, Senin (19/1/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id