Sekolah di Tabalong Batal Gunakan Kurikulum 2013

Edaran kembali ke Kurikulum 2006 ini berdasarkan surat Kemendikbud dan Mendagri yang mengatakan sekolah yang baru satu semester menggunakan Kurikulum

Sekolah di Tabalong Batal Gunakan Kurikulum 2013
banjarmasinpost.co.id/jumadi
buku kurikulum menumpuk 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Setelah banyak sekolah di Tabalong yang memilih menggunakan Kurikulum 2013, ternyata kini muncul edaran baru untuk kembali ke Kurikulum 2006. Padahal proses belajar mengajar sudah berlangsung hampir tiga pekan.

Edaran kembali ke Kurikulum 2006 ini  berdasarkan surat Kemendikbud dan Mendagri yang mengatakan sekolah yang baru satu semester menggunakan Kurikulum 2013 dikembalikan ke Kurikulum 2006.

Sementara sekolah di Tabalong semuanya baru satu semester menggunakan kurikulum 2013 untuk proses belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabalong, H Marzuki Hakim, membenarkan atas dasar surat dari Kemendikbud dan Mendagri, maka kini semua sekolah di Tabalong diharus kembali ke Kurikulum 2006.

"Surat itu menyatakan bagi yang sudah tiga semester bisa tetap menggunakan K13 tapi yang satu semester harus kembali ke kurikulum 2006. Sementara di Tabalong tidak ada yang tiga semester. Jadi semua kembali ke 2006," jelas Marzuki.

Disampaikannya, surat tersebut diterima pada 20 Januari dan kemudian esok harinya langsung ditindaklanjuti dengan rakor yang dihadiri Dewan Pendidikan, Badan Koordinasi Perguruan Swasta, K3S SD, SMP, SMA dan SMK, Pengawas, UPT IP untuk Kabupaten Tabalong.

"Hari ini akan kita buat edaran ke semua sekolah terkait hal ini. Ini kita lakukan karena kalau tidak maka sertifikasi guru akan terkendala, sebab dapodik sudah diubah pusat ke sistem sesuai kurikulum 2006," jelasnya.

Penulis: Dony Usman
Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved