Kecaman untuk Menteri Tedjo
KETIKA konflik KPK-Polri belum mereda, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno justru melontarkan pernyataan
BANJARMASINPOST.CO.ID - KETIKA konflik KPK-Polri belum mereda, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno justru melontarkan pernyataan yang memperkeruh bahkan memunculkan masalah baru. Dia menuding massa yang berkumpul di kantor KPK saat Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap polisi, adalah rakyat tidak jelas. Padahal di antara massa itu banyak tokoh masyarakat, agamawan, aktivis, akademisi bahkan politisi.
Sontak Tedjo menuai kecaman, terutama melalui media sosial. Aksi pun digelar di berbagai daerah. Dia dinilai tidak bersikap sebagai negarawan. Di Yogyakarta, puluhan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) termasuk sang rektor Dwikorita Karnawati turun ke jalan untuk mendesak penyelesaian konflik KPK- Polri sekaligus mempertanyakan sikap Tedjo.
“Kalau Pak Menteri bilang pendukung KPK adalah rakyat yang tidak jelas, berarti kami ini juga tidak jelas. Padahal kami ini jelas, bahkan ada rektor UGM,” teriak Direktur Pukat (Pusat Kajian Anti Korupsi) UGM, Zaenal Arifin Muchtar, Minggu (25/1).
Zaenal menilai tidak sepantasnya kalimat tersebut keluar dari mulut seorang Menko Polhukam. “Seharusnya dia bisa menenangkan rakyat, bukan malah mengeluarkan komentar yang merendahkan publik seperti itu. Komentarnya seperti menantang rakyat, bukan seperti sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh negarawan,” ujarnya.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Senin (26/1/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id