Penggemar Catut Satu Parpol di Belakang Nama Gorengan Ini
Bukan cuma Tyas dan rekan-rekannya yang menyebut nama demikian, nyaris semua pelanggan jajanan ini mengenalnya sebagai
Penulis: Umi Sriwahyuni | Editor: Halmien
BANJARMASINPOST.CO.ID - Masyarakat Banjar menyebut nama gorengan yang terbuat dari tepung terigu, ragi dan gula ini ‘untuk-untuk’. Tapi untuk gorengan yang satu ini agak beda dan terasa istimewa. Sebab di belakang nama ‘untuk-untuk’ masih ada embel-embel nama satu parpol.
“Kalau kami menyebutnya ya ‘untuk-untuk’ PDI,” ujar Tyas, penggemar berat gorengan yang biasanya mangkal saban sore di kawasan Jalan S Parman Banjarmasin.
Bukan cuma Tyas dan rekan-rekannya yang menyebut nama demikian, nyaris semua pelanggan jajanan ini mengenalnya sebagai nama ‘untuk-untuk PDI’. Dan, untuk kota Banjarmasin, gorengan yang satu ini memang sudah sangat terkenal.
Kenapa ada nama parpol di belakang? Begini ceritanya, ujar Asma pelanggan yang lain, dulu warung gorengan ini menggunakan halaman parkir sekretariat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Wilayah Kalsel yang ada di Jalan S Parman. Untuk memudahkan menunjuk gorengan yang dimaksud maka ditambahkan nama parpol tadi di belakangnya.
“Padahal sekarang ruko itu bukan sekretariat PDI Perjuangan lagi, melainkan jadi sekretariat partai lain yaitu PKS. Tapi tetap saja disebut ‘untuk-untuk PDI, sudah melekat sih,” ujar Asma yang mengaku menjadi pelanggan sejak belasan tahun lalu mulai harga jualnya Rp 150 per biji hingga kini Rp 600 perbiji untuk gorengan sebesar bola golf namun gepeng ini.