Balamut Tampil di Banjarbaru Book Fair

Supaya kesenian balamut tersebut dikenal luas dan tak punah, Jamhar akan ditampilkan dipanggung utama Banjarbaru Book Fair di Lapangan Murdjani

Balamut Tampil di Banjarbaru Book Fair
banjarmasinpost.co.id/yayu fathial
Tiga orang palamutan muda dari Kabupaten HST tampil di Taman Budaya, Banjarmasin, Sabtu (12/4/2014) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salah satu kesenian khas Banjar, balamut, sekarang hampir punah. Hanya segelintir orang yang mau menekuni kesenian bertutur kata ini. Dan yang benar-benar menguasai dan keturunan pendiri balamut hanya M Jamhar Akbar.

Supaya kesenian balamut tersebut dikenal luas dan tak punah, Jamhar akan ditampilkan dipanggung utama Banjarbaru Book Fair di Lapangan Murdjani Banjarbaru, Sabtu (31/1/2015) pukul 20.00 Wita.

"Saya diundang Pak Dewa Pahuluan untuk tampil di acara tersebut. Saya sangat berterima kasih sama beliau yang masih memperhatikan kesenian khas Banjar untuk ditampilkan di acara semegah ini," jelas Jamhar, Jumat (30/1/2015).

Dijelaskan lelaki yang sudah berusia 72 tahun ini, isi cerita Balamut nanti Ambung Sakti Mencari Kasih.

Jamhar pun memberikan bocoran, Ambuk Sakti merupakan anak Bujang Busur dari istri keduanya yang dari Benua Victoria (Belanda). Penampilannya sangat perlente.

Dikisahkan pula, di acara itu juga Ambung Sakti membangun tapa untuk mencari kesaktian.

"Mudah-mudahan acara balamut ini diterima penonton," kata Jamhar yang menekuni balamut sejak tahun 1954 dan usianya masih 12 tahun.

Dia pun menceritakan, Balamut berasal dari kata Lamut. La artinya tidak, mut (maut) artinya mati. Secara harpiah, balamut artinya kesenian yang tak pernah mati.

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved