Ini Masih Prematur
RENCANA itu masih sangat prematur. Demikian komentar Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy menanggapi
BANJARMASINPOST.CO.ID - RENCANA itu masih sangat prematur. Demikian komentar Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy menanggapi wacana yang dilontarkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan Baldan tentang penghapusan PBB, NJOP dan BPHTB.
Ditegaskan Eddy, sebelum direalisasikan, wacana itu harus dikaji secara mendalam dengan para pemangku kepentingan. “Kami belum pernah diajak berdiskusi,” tegas dia, kemarin.
Eddy mengatakan, yang sudah agak jelas adalah wacana penghapusan PBB. “Itupun kabarnya tidak dihapus secara total, tetapi hanya sekali dipungut. Jika sudah dipungut, tahun-tahun berikutnya tidak ada lagi. Tetapi bagaimana konsepnya, kami belum mengetahui. Juga dengan penghapusan NJOP dan BPHTB,” ucapnya.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Minggu (1/2/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id