Temukan Serpihan Diduga AirAsia QZ8501, Nelayan Ogah Serahkan ke Tim SAR

Agus, seorang nelayan di Desa Labuange, Kecamatan Malusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menemukan benda

Temukan Serpihan Diduga AirAsia QZ8501, Nelayan Ogah Serahkan ke Tim SAR
KOMPAS.com/Suddin Syamsuddin
Agus, seorang Nelayan Desa Labuange, Kabupaten Barru, menemukan benda diduga serpihan badan pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, 28 Desember lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PINRANG — Agus, seorang nelayan di Desa Labuange, Kecamatan Malusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menemukan benda berwarna merah yang mirip dengan badan pesawat saat hendak melaut di pinggir pantai Desa Labuange. Diduga benda itu merupakan serpihan badan pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, 28 Desember lalu.

“Saya hendak melaut, berjalan menuju tambatan perahu. Saya melihat benda mirip pesawat dan warna Pesawat AirAsia di pinggir pantai belakang rumah. Kemudian benda ini saya simpan di bawah kolong rumah dini hari tadi," ujar Agus di rumahnya, Kamis (5/2/2015), sambil menunjukkan benda tersebut.

Kontan, warga Desa Labuange geger dengan temuan tersebut. Ratusan warga mendatangi rumah Agus untuk melihat temuan tersebut.

Pada benda yang berukuran sekitar 2 x 2 meter ini terdapat tulisan "053310 17300200 E00" dan tulisan "25008 50335742,7067,FAMW4,OP26" di bagian dalamnya.

Agus mengatakan, benda tersebut akan disimpan sampai ada yang memberikan imbalan sebagai tanda jasa buat dirinya.

“Agus enggan menyerahkan serpihan mirip badan pesawat AirAsia QZ8501 untuk dilaporkan pada Posko SAR di Parepare," kata Ochan, Koordinator SAR Pinrang, di rumah Agus.

Tim SAR mencoba menghubungi pihak berwenang di daerah tersebut untuk meminta bantuan agar benda-benda yang ditemukan warga di laut diserahkan kepada mereka. Namun, Agus tetap enggan menyerahkan temuannya itu tanpa imbalan.

Menurut salah seorang warga, Agus enggan karena pada tahun 2007 silam, Bakrie, seorang nelayan di daerah itu yang menemukan sayap belakang bagian kanan (tail horizontal stabilizer) pesawat Boeing 737-400 Adam Air di Pantai Lojie, Desa Bojo, Kecamatan Malusetasi, Kabupaten Barru, diberikan imbalan oleh Wakil Presiden RI waktu itu, Jusuf Kalla.

“Mestinya Presiden RI, Pak Joko Widodo, memberikan jasa kepada para nelayan yang menemukan serpihan atau potongan tubuh. Kan Pak Jokowi terkenal merakyat dan peduli rakyat desa," ujar Canda Udin, warga Parepare, yang penasaran ingin melihat temuan Agus.

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved