NEWSVIDEO

Pedagang Pukuli Keledai Pakai Palu Sebelum Menjual Dagingnya

"SELAIN itu, mereka mungkin berpendapat bahwa orang akan tahu mereka mendapatkan daging keledai karena mereka bisa melihatnya sedang memotong tulang

BANJARMASINPOST.CO.ID - Melihat cara mereka berjualan memang tidak ada yang aneh. Namun bagaimana cara mereka mematikan keledai tersebut sebelum menjual dagingnya yang membuat ngeri.

Pasalnya, dua pedagang daging segar dari bagian utara provinsi Hebei, Tiongkok, ini memukuli si keledai menggunakan palu hingga hewan itu mati, dan menjual dagingnya.

Foto-foto kekejaman dua pedagang daging keledai ini beredar di laman YouTube.com. Diunggah oleh DMB News pada 13 Februari 2015. Video berdurasi 45 detik itu, memperlihatkan rangkaian foto-foto aksi keduanya.

Seperti dilansir Dailymail.com, Jumat (13/2/2015), aksi mereka memukuli keledai itu pun bisa ditonton pengendara yang lewat tersebut, diduga sebagai cara untuk menunjukkan kalau daging yang mereka jual masih benar-benar segar.

Gambar-gambar yang diambil menunjukkan seekor keledai ditambatkan di sebelah meja daging, dan bagian dari daging yang dijual tampak masih berlumuran darah tergantung dari tiang.

Setelah membaringkan sang keledai, salah satu pedagang memukulkan palunya berkali kali ke seluruh badan keledai tersebut.

Setelah sekarat, mereka memotong leher binatang tersebut dan menampung darahnya di dalam kantong platik.

Pekan lalu, juga beredar foto-foto serupa. Kali ini dilakukan penjual daging anjing. Diduga hal itu juga dilakukan pedagang untuk memastikan kepada pembeli mereka daging yang dijual masih segar.

Tindakan para pedagang daging itu dikecam aktivis hak-hak binatang di Tiongkok, Guo Li. "Hukum menetapkan bahwa hewan harus dibunuh di lokasi yang higienis dan tidak kontaminasi, untuk memastikan daging tersebut aman untuk makan. Aksi mereka membunuh hewan di pinggir jalan jelas menyalahi dan harus ditangkap dan dikurung,” ujarnya.

"Tapi seperti yang Anda lihat, mereka melakukan perdagangan memuakkan ini di siang bolong dan tidak ada yang melakukan apa-apa."

Halaman
12
Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved