Nelayan Tak Diberi Penghargaan Bantu Cari AirAsia, JK Sindir Basarnas

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir Badan Search and Rescue Nasional (Bansarnas) yang tidak memberikan penghargaan

Nelayan Tak Diberi Penghargaan Bantu Cari AirAsia, JK Sindir Basarnas
AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO
Petugas Basarnas mengangkat peti berisi salah satu dari tiga jasad penumpang AirAsia QZ8501 yang dikirim ke Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/1/2015). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir Badan Search and Rescue Nasional (Bansarnas) yang tidak memberikan penghargaan kepada para nelayan yang ikut memberikan informasi dalam membantu pencarian pesawat AirAsia QZ 8501 jurusan Surabaya-Singapura. Pesawat tersebut jatuh di Selat Karimata dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada 28 Desember 2014.

Sindiran ini disampaikan Kalla ketika menghadiri acara sarasehan Bansarnas. Salah satu agenda acara tersebut, yakni membagikan penghargaan Bansarnas kepada sejumlah lembaga.

"Saya ucapkan selamat pada badan-badan dan lembaga yang tadi diberikan penghargaan. Tetapi, ada satu yang belum tercantum dan sangat penting, yaitu nelayan," kata Kalla di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Selasa (24/2/2015).

Menurut Kalla, para nelayan yang membantu pencarian AirAsia tersebut pantas mendapatkan penghargaan. Dari informasi yang mereka berikan, tim pencari bisa menemukan titik terang.

"Karena nelayan lah yang berikan informasi yang penting di Kalimantan dan Sulawesi," sambung Ketua Umum PMI itu.

Dalam acara sarasehan tersebut, Bansarnas membagikan penghargaan kepada sejumlah lembaga dan badan yang dianggap berjasa membantu pencarian AirAsia. Penghargaan tersebut diserahkan melalui Wapres kepada perwakilan Kementerian Perhubungan, perwakilan Kementerian Luar Negeri, perwakilan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Penghargaan juga diberikan kepada perwakilan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), perwakilan Badan Keamanan Laut, perwakilan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, perwakilan Baharkam Mabes Polri, perwakilan Direktorat DFI Mabes Polri, perwakilan Pemkot Surabaya, perwakilan Lembaga Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia dan perwakilan SKK Migas.

Namun, dalam daftar tersebut tidak disebutkan nama nelayan yang membantu menemukan lokasi jatuhnya pesawat AirAsia.

Setidaknya ada dua nelayan yang membantu dalam pencarian pesawat AirAsia, yaitu Rahmat (46) dan Darso (38). Selain itu, ada satu warga yang juga membantu dalam operasi pencarian, yaitu Pendi (53) yang merupakan peternak ayam.

Kepada tiganya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Komando Distrik Militer 1014 Pangkalan Bun telah memberikan penghargaan. Ketiganya diberikan piagam dan televisi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui dinas kelautan dan perikanan memberikan kapal berkapasitas 1 gros ton dengan kapasitas mesin 32 pk kepada Darso dan Rahmat. Kemudian Pendi memperoleh 300 ekor bibit ayam dan 100 kg pakan.

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved