Gara-gara Pamflet Iklan Layanan Seks Hidup Wanita Ini Hancur
Pada awalnya, saya pikir itu hanyalah lelucon tetapi panggilan telpon terus berdatangan sampai saya harus mematikan handphone
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Hidup wanita ini hancur setelah foto dan informasi pribadinya di akun Facebooknya diterbitkan dalam pamflet iklan layanan seks.
Wanita, yang diketahui bernama Jellyn itu mengatakan pamflet itu dibagi-dibagikan di Penampang, Sabah, Malaysia, dan daerah yang berada di sekitarnya.
"Pertama kali saya mendapat telepon, yang meminta layanan seks di bulan Desember tahun lalu. Pada awalnya, saya pikir itu hanyalah lelucon tetapi panggilan telpon terus berdatangan sampai saya harus mematikan handphone saya," ujarnya seperti dikutip dari Asiaone.com, Jumat (27/2/2015).
"Saya baru menyadari hal itu sangat serius ketika putri tertua saya melihat pamflet," ujar ibu dari dua orang anak tersebut.
Seseorang yang pernah menelponnya mengatakan bahwa pamflet itu juga berisikan nomor telepon suaminya, serta alat rumah mereka.
"Saya keluar dari pekerjaan saya sebagai vendor kartu SIM handphone. Hal ini sangat menakutkan. Saya takut atas keselamatan keluarga saya," katanya.
Jellyn mengatakan dia dan suaminya Ong (29), yang berasal dari Johor, telah melapor ke polisi sebanyak dua kali yaitu pada 18 Desember 2014 dan 19 Februari 2015.
Mereka juga telah mengajukan keluhan kepada Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia, namun mereka disarankan untuk menyewa pengacara.
"Kami tidak tahu siapa yang telah melakukan, karena kami kita tidak punya musuh. Kami berharap polisi dapat membantu kita menangkap pelakunya, dan menghentikan mimpi buruk ini," katanya.
Pejabat Kepolisian Penampang, OCPD Deputi Inspektur Azmir Abdul Razak mengatakan, pihaknya tengah menyelidi laporannya. "Kami telah menerima laporan mereka dan melacak para tersangka."(Asiaone.com)