Breaking News

Terburuk Sejak 1998

Menurut Gubernur BI, Agus Martowardojo, ada banyak hal yang mempengaruhi nilai tukar rupiah.

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kamis (5/3), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menembus batas psikologis, Rp 13.000. Tetapi pemerintah bahkan Bank Indonesia (BI) menilai rupiah yang kemarin siang menyentuh level Rp 13.022 masih berada dalam ambang normal.

Menurut Gubernur BI, Agus Martowardojo, ada banyak hal yang mempengaruhi nilai tukar rupiah.

“Pergerakan ini karena dinamika yang ada di luar (negeri). Rupiah masih dalam keadaan baik,” ucap dia.

Menurut Agus, BI tidak tinggal diam dengan melemahnya nilai tukar rupiah. BI akan berupaya menjaga volatilitas berada di level sepuluh persen. Saat ini, volatilitas berada di bawah sepuluh persen.

Namun, Agus enggan menyebutkan perlu-tidaknya BI melakukan intervensi. Dia hanya menegaskan sebagai bank sentral, BI akan terus berada di pasar dan meyakini kalau pergerakan nilai tukar rupiah saat ini masih berada di batas normal.

“Tidak perlu khawatir terhadap pelemahan rupiah,” katanya.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menambahkan anjloknya nilai rupiah tidak terlalu berdampak kepada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun ini, terutama dari sisi pembiayaan.

“Sistem APBN kan sudah berubah sejak awal tahun lalu. Bahan bakar minyak (BBM) sudah tak disubsidi. Jadi ketika dolar naik, nilai impornya tak akan ikut membengkak,” katanya.

Mirza mengatakan pada era sebelumnya, salah satu komponen terbesar dalam anggaran negara adalah biaya impor BBM untuk subsidi. Dengan demikian, saat kurs dolar menguat, impor BBM akan lebih mahal dan pemerintah harus mensubsidi lebih mahal sehingga mempengaruhi APBN. “Sekarang premium sudah tidak terlalu berdampak negatif pada APBN. Bahkan, sebenarnya penerimaan minyak meningkat,” tegas dia.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Jumat (07/3/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved