Dana Bos Terlambat Cair
Keterlambatan pencairan dana bantuan operasional (BOS) tak hanya terjadi di kabupaten lain di Kalsel
Penulis: Elhami | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Keterlambatan pencairan dana bantuan operasional (BOS) tak hanya terjadi di kabupaten lain di Kalsel, tetapi juga terjadi di Kabupaten Balangan.
Sejumlah sekolah terpaksa mengambil langkah dengan mencari utang baik melalui guru maupun kepala sekolah. Namun ada juga yang terpaksa menggunakan dana pos lainnya untuk menutupi biasa operasional sekolah.
Seperti yang diungkapkan Kepala SMPN 1 Paringin, Taufik. Dia membenarkan hingga saat ini belum ada kejelasan kapan pencairan dana bos untuk triwulan tahun 2015. "Belum ada keluar sama sekali untuk triwulan tahun ini, kalau di tahun 2014 lancar-lancar saja," ungkapnya, Senin (9/3/2015).
Menurut informasi yang didapatkan oleh pihak sekolah, ketidaktahuan kapan dana bos akan cair dikarenakan ada perbaikan administrasi di disdik provinsi, biasanya minggu kedua triwulan sudah cair dananya.
"Kami memaklumi saja. Dengan terpaksa sekolah memakai dana pos lainnya untuk menutupi operasional seperti gaji honorer sebanyak delapan orang serta belanja lainnnya," ujarnya.
Begitu pula dengan SDN Paringin Selatan 1, sekolah terpaksa diutangi oleh sebagian guru dan kepsek. "Saya tidak tahu juga masalahnya, memang triwulan tahun ini belum ada tanda-tanda cairnya dana bos," kata Kepala SDN Paringin Selatan 1 Muliadi.
Lebih lanjut dikatakannya, upaya sekolah untuk menutupi biaya operasional yang biasanya menggunakan dana bos terpaksa diutangi guru.
"Biasanya dana bos untuk tenaga honor dan membeli perlengkapan sekolah, tapi kami tidak terlalu mempersoalkan keterlambatan ini, kami terus menjaga agar suasana pembelajaran terus berjalan dengan baik," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/dana-bos-ilustrasi-lagi.jpg)