Dari 3 Juta Pelanggan Baru Telkomsel, 25 Persennya Gaptek
Android menjadi sasaran utama Telkomsel karena platform tersebut menjadi yang paling banyak diadopsi oleh pelanggan Telkomsel
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Telkomsel gencar menyasar pelanggan dari segmen pengguna smartphone baru, hal itu terkait dengan upaya Telkomsel untuk menambah jumlah pengguna layanan datanya.
Jumlah pelanggan Telkomsel yang saat ini belum menggunakan layanan data dari operator merah itu pun tergolong tinggi. Dari 143 juta pelanggan prabayar Telkomsel, ada sekitar 10 ribu pengguna yang belum berlangganan paket data.
"Jumlahnya sampai 10.000-an (pelanggan) yang saat ini belum berlangganan data, baik dari smartphone maupun feature phone," ujar Vice President Prepaid Broadband Marketing Telkomsel, Ririn Widaryani saat peluncuran mobile site Telkomsel Caritau di Jakarta, Kamis (13/5/2015).
Telkomsel sendiri mengklaim dalam satu bulan terdapat 3 juta pelanggan baru yang menggunakan peranti ponsel pintar. Namun demikian, angka tersebut termasuk pelanggan yang berganti dari smartphone ke smartphone.
Sementara dari jumlah 3 juta pelanggan baru Telkomsel per bulan itu, sekitar 25 persennya diakui Ririn masih "gaptek", alias baru saja beralih dari feature phone ke smartphone.
"Untuk itulah Telkomsel meluncurkan inisiatif Telkomsel Android United dan mobile site Caritau sepagai program kelanjutannya," demikian ujar Ririn.
Android menjadi sasaran utama Telkomsel karena platform tersebut menjadi yang paling banyak diadopsi oleh pelanggan Telkomsel.
Sistem operasi Android mendominasi dan menurut Ririn, telah dipakai oleh sebanyak 60 persen dari jumlah pelanggan Telkomsel.
"Android paling banyak, BlackBerry jumlahnya masih besar, kalau iOS ada sekitar 4 persen," demikan ujar Ririn.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/gagap-teknologi-telkomsel.jpg)