Anjungan Kalsel di TMII Sepi Kegiatan Budaya
bangunan yang menjadi salah satu ujung tombak promosi budaya Banua dinilai jarang menggelar kegiatan. Hal ini dikeluhkan sejumlah pegiat budaya Kalsel
Penulis: Murhan | Editor: Halmien
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pada 2013 lalu, anjungan rumah Banjar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) direnovasi. Dan, bangunan milik Pemprov Kalsel itu pun terhindar dari kesan kumuh.
Sayangnya, bangunan yang menjadi salah satu ujung tombak promosi budaya Banua dinilai jarang menggelar kegiatan. Hal ini dikeluhkan sejumlah pegiat budaya Kalsel.
Seperti Sirajul Huda, sangat sayang jika anjungan itu tak berfungsi maksimal. Kegiatan budaya Banjar jarang digelar disana.
'Kalau perlu, dalam sebulan minimal tiga kali kegiatan budaya. Sekarang paling berapa kali dalam setahun,' ujarnya.
Diakuinya, perlu biaya besar jika harus memboyong para seniman Banjar ke Jakarta. Namun itu bisa disiasati.
Di perwakilan Kalsel di Jakarta, ada beberapa PNS yang merupakan seniman. 'Nah mereka itu yang mengisi acara disana. Beri mereka tanggung jawab untuk mengisi kegiatan disana,' jelasnya.
Mereka bisa merekrut warga disana dan diajari kesenian Banjar untuk mengisi kegiatan budaya di anjungan rumah Banjar. "Beri mereka dana untuk latihan dan melaksanakan pagelaran," ujarnya.
Jika begitu, dia yakin bangunan akan lebih awet dan terawat. Dan kelelawar yang sering datang akan malas berkunjung lagi.
Satu budayawan Kasel, Mukhlis Maman mengatakan, anjungan rumah Banjar itu sempat menjadi sarang ribuan kelelawar sebelum renovasi.
Bahkan setelah renovasi juga sering didatangi beberapa kelelawar. Seperti dalam kegiatan Explore Exotica of Borneo ada saja kelelawar yang datang untuk bersarang.
Intinya, bangunan itu harus sering diisi kegiatan. Dengan begitu kelelawar akan 'sungkan' bersarang seperti sebelum renovasi kemarin.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kalsel, Mohandas Hendrawan mengatakan, pihaknya pasti ada menggelar kegiatan di anjungan tersebut.
Seperti November lalu, digelar acara Explore Exotica of Borneo 2014. Tentunya, kedepannya akan lebih sering digelar kegiatan budaya sebagai sarana promosi.
Disbudparpora memang bertugas untuk mengisi anjungan tersebut dengan kegiatan budaya. "Tiap tahun kami gunakan untuk acara budaya di sana. Bahkan kami kirim peralatan musik panting disana," katanya, mINGGU (15/3/2015).