Harga BBM Turun Naik Tak Pengaruhi SPBU
sepanjang 2015 ini kenaikan harga BBM tidak mempengaruhi. Terlebih baru-baru ini, kenaikan premium hanya Rp 200.
Penulis: | Editor: Halmien
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Para pengusaha dan pengawas SPBU harus pandai mengatur penjualan atau menghabiskan stok BBM yang ada di SPBU. Sepanjang 2015 ini saja, pemerintah sudah beberapa kali menaikan harga BBM, kemudian turun dan kembali menaikan Rp 200.
Pengawas SPBU di Jalan Hasan Basry Banjarmasin, Farid mengaku, sepanjang 2015 ini kenaikan harga BBM tidak mempengaruhi. Terlebih baru-baru ini, kenaikan premium hanya Rp 200.
"Walau naik turun dan naik, normal-normal saja, keuntungan relatif. Oleh sebab itulah harus pandai-pandai mengatur, jika harga BBM mau naik maka penambahan stok dikurangi," katanya, Selasa (17/3/2015).
Setiap hari SPBU di Banjarmasin Utara itu mendapat pasokan premium antara 20 ribu liter hingga 30 ribu liter, sedangkan solar subsidi 10 ribu liter. Stok solar kini bahkan bisa bertahan antara dua hingga tiga hari.
Pengawas SPBU A Yani kilometer 5,5 Banjarmasin, Rusdiansyah mengatakan, naik turunnya harga BBM hingga kini belum memberi dampak bagi SPBU. Distribusi BBM pun normal, tidak ada masalah.
"Tidak ada pengaruh, lancar-lancar saja. Apalagi kenaikan Rp 200 baru-baru tadi tidak begitu terasa," tambah Pengawas SPBU Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Arlin.
Operation Head Depo Pertamina Kuin Cerucuk Banjarmasin, Edy Saputra mengatakan, distribusi BBM normal dan tidak ada masalah, walau harga BBM naik turun. Pihaknya tetap menyalurkan distribusi sesuai pesanan SPBU.
Setiap hari pihaknya mendistribusikan premium 1.600 kilo liter dan solar antara 600 kilo liter hingga 800 kilo liter, sedangkan Pertamax sebesar 120 kilo liter. Jangkauan distribusi seluruh Kalsel dan sebagian Kalteng.