Mahar Politik Rusak Tatanan Pemilu

Utamakan Calon Internal Partai

Sejumlah politisi Kalsel saat disinggung tentang dugaan terjadinya jorjoran dana untuk mencari dukungan dan menyosialisasikan diri jelang Pilkada

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mahar, gizi, pelicin atau istilah lain yang menggambarkan pemberian kompensasi atas dukungan terhadap calon dalam perhelatan pemilu atau pilkada, sudah menjadi rahasia umum.

Sejumlah politisi Kalsel saat disinggung tentang dugaan terjadinya jorjoran dana untuk mencari dukungan dan menyosialisasikan diri jelang Pilkada pada Desember 2015 mendatang, mengaku juga mendengar informasi tersebut. Namun, mereka kompak membantah partainya melakukan itu.

Syaifullah Tamliha misalnya. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berkiprah di tingkat nasional ini mengatakan tidak ada partai politik (parpol) di Kalsel yang meminta ‘mahar’ sebagai kompensasi dukungan pencalonan. “Mereka akan memilih sosok yang layak dan mumpuni. Bukan sekadar pragmatis,” ucap dia kepada BPost, kemarin.

Sementara Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ibnu Sina dan Sekretaris DPW PPP Kalsel Asbullah, mengatakan ada mekanisme yang berlaku di masing-masing partai sebelum memutuskan calon. Termasuk pula, proses untuk bisa berkoalisi dengan partai lain. “Kalau memang dalam penjaringan ada figur yang layak dari internal, tentu menjadi prioritas. Namun kita lihat ke depan seperti apa. Terkait nama (calon), belum ada,” kata Asbullah.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Jumat (27/3/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved