Jaga Harga Diri
Menanggapi itu, pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto, menilai jika BG menjadi Wakapolri, citra negatif publik terhadap Polri
BANJARMASINPOST.CO.ID - PADA edisi 20 Februari 2015 lalu, BPost menulis kemungkinan besar Komjen Budi Gunawan (BG) ‘didorong’ menjadi wakil Kapolri (Wakapolri) pascapembatalan pelantikannya sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Senin (6/4) kemarin, dalam rapat konsultatif antara Jokowi dan pimpinan DPR, posisi Wakapolri untuk BG ternyata dibahas. Bahkan, kabarnya telah terjadi kesepakatan.
Menanggapi itu, pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto, menilai jika BG menjadi Wakapolri, citra negatif publik terhadap Polri justru makin kuat. Oleh karena itu, dia menyarankan sebaiknya BG tidak menuruti dorongan dari para politisi di Senayan.
“Sebagai Bhayangkara yang baik, BG bisa mengabdi di mana saja yang tidak menambah masalah di publik. Dia bisa menjadi contoh bagi Bhayangkara muda bahwa jabatan bukanlah segalanya dan kepentingan bangsa harus di atas kepentingan pribadi atau kelompok, apalagi dorongan seseorang atau pihak tertentu,” ujar Nico, Selasa (7/4/2015).
Sebaliknya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan usulan menjadikan BG sebagai Wakapolri bertujuan menjaga harga dirinya. Apalagi, BG sudah lolos uji kelayakan dan kepatutan di DPR sebagai Kapolri.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Rabu (8/4/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id