KPK Tangkap Adriansyah

Kantor DPD PDIP Sepi

Ruko berwarna merah, dengan lambang banteng tersebut tersebut tertutup rapat. Menurut warga sekitar, Amri, aktivitas di kantor DPD PDIP memang jarang

Penulis: Restudia | Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/restudia
Tak terlihat kesibukan pascatertangkapnya H Adriansyah di kantor PDIP yang berada di Jalan A Yani kilometer 4,5 Banjarmasin itu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tertangkapnya anggota DPR RI asal Kalsel, H Adriansyah ternyata tak berdampak pada orang-orang di kantor DPD PDIP Kalsel. Tak terlihat kesibukan di kantor yang berada di Jalan A Yani kilometer 4,5 Banjarmasin itu.

Ruko berwarna merah, dengan lambang banteng tersebut tersebut tertutup rapat. Menurut warga sekitar, Amri, aktivitas di kantor DPD PDIP memang jarang terlihat.

Hanya beberapa waktu lalu, ketika ramainya pendaftaran pencalonan gubernur. "Memang biasanya juga sepi," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari sejumlah informasi yang dihimpun di media online KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan. Mantan bupati Tanahlaut (Tala) yang akrab disapa Aad itu ditangkap tangan di Swiss-belHotel di kawasan Sanur, Bali pada Kamis (8/4/2015) sekita pukul 20.00 wita.

Dia ditangkap saat melakukan transaksi suap dengan nilai ratusan juta rupiah. Dia ditangkap bersama dengan beberapa orang lain yang diduga melakukan tindakan suap.

Saat ini Adriansyah sudah dibawa ke Jakarta ke Gedung KPK. Sudah ada satu mobil Marcedes Benz yang disita KPK.

Internal PDIP di Kalsel pun membenarkannya, jika yang ditangkap Aad, mantan Bupati Tala.

Adriansyah lahir di Ampah, 7 Oktober 1954, dan pernah menjadi Ketua AMPI Kabupaten Banjar sebelum bergabung dalam partai politik.

Adriansyah menjabat sebagai Bupati Tanahlaut selama dua periode, yakni pada 2003-2008 dan 2008-2013. Dia juga merupakan Ketua DPD PDIP Kalimantan Selatan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved