Ditilang Polisi, Seorang Pemuda Mengamuk Hunuskan Pedang
Warga beserta anak-anak dilarang keluar rumah. Selain itu, baik pintu maupun pagar rumah ditutup rapat-rapat karena warga takut terhadap pemuda terseb
BANJARMASINPOST.CO.ID, PONOROGO - Warga lingkungan gang I, Jalan Situbun, Kelurahan Banyudono, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, dibuat ketakutan akibat ulah seorang pemuda, M Dhani (21), tiba-tiba mengamuk dengan membawa senjata tajam berupa pedang.
Warga beserta anak-anak dilarang keluar rumah. Selain itu, baik pintu maupun pagar rumah ditutup rapat-rapat karena warga takut terhadap pemuda tersebut.
Dhani asal Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo, ini mendatangi gang I, Jalan Situbun yang berada persis di belakang Polres Ponorogo untuk mencari saudaranya, Widji. Widji sendiri merupakan seorang anggota Polres Ponorogo.
Dhani yang tidak memakai baju dan hanya mengenakan celana pendek jins yang dipotong itu, membawa sebilah pedang datang ke rumah Widji karena hendak mengambil motornya yang ditilang polisi.
Dhani sempat marah ketika awak media ingin mengabil gambarnya. Dia pun langsung mengejar para awak media hingga mereka lari terbirit-birit.
Seketika petugas kepolisian pun sempat mengejar Dhani. Namun, baru sekitar satu jam Dhani bisa dilumpuhkan setelah mengejar para warga dan wartawan. Petugas melumpuhkan Dhani dengan cara ditabrak, lalu senjata tajam yang dibawanya direbut.
Seketika itu, Dhani langsung diborgol agar tidak mengamuk.
Agus, salah seorang warga sekitar lokasi mengatakan, kedatangan Dhani ke rumah Widji karena ingin mengambil sepeda motor Honda Beat milik temannya yang ditilang karena menerobos rombongan Wakapolda saat ke Ponorogo.
"Dhani tadi datang dari rumahnya sudah tidak pakai baju. Tapi bawa pedang dibonceng ibunya. Saat kami dekati Dhani mulutnya bau miras, jadi saat mengamuk kondisinya mabuk. Untung petugas segera bisa melumpuhkannya," terang Agus dikutip Surya, Senin (13/04/2015).
"Kami takut karena ngamuknya pakai bawa pedang dan sempat mengejar warga. Meski Dhani saudara Pak Widji warga lingkungan, kami tetap ketakutan," lanjut dia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bacok-senjata-tajam.jpg)