Seorang Ibu Marah Anaknya Dipasangi Implan Kontrasepsi

Anak perempuan bernama Layla Rylands tersebut dipasangi alat kontrasepsi implan oleh pihak sekolah, empat hari setelah ulang tahun ke-13-nya.

Editor: Yamani Ramlan
Mirror
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang ibu di Hull City, Inggris, marah. Pasalnya, putrinya yang baru berusia 13 tahun dipasangi implan kontrasepsi oleh pihak sekolah.

Anak perempuan bernama Layla Rylands tersebut dipasangi alat kontrasepsi implan oleh pihak sekolah, empat hari setelah ulang tahun ke-13 nya. Alat kontrasepsi itu dimasukkan di bawah kulit lengannya.

Tentu saja hal itu membuat sang ibu, Bernadette Jessop, marah. Apalagi hal itu baru diketahuinya setahun kemudian.

"Saya merasa sakit hati. Sekolah melakukan hal itu tanpa persetujuan saya. Saya pun tidak diberi tahu apa implan yang dipasang dan tidak mendapatkan kesempatan untuk menyetujui implan," ujarnya seperti dikutip Mirror, Senin (13/4/2015).

Dilaporkan, di Hull City memang memiliki petugas kesehatan seksual yang mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan saran kontrasepsi. Dan murid dianggap berkompeten untuk memutuskan dia mau memasang implan atau tidak, meski orangtua mereka tidak mengetahuinya.

"Bagaimana Anda bisa anggap anak yang berkompeten?” tanya Bernadette Jessop.

Diperoleh catatan Layla Rylands merupakan anak berkebutuhan khusus. Dan Eunice Evans, Kepala sekolah di Ashwell, mengatakan di sekolah mereka memang memiliki tugas untuk memberikan perawatan kepada para siswa berkebutuhan khusus.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved