"Kami Lebih Suka Dia Mati daripada Menderita seperti Ini”

Mahendra Ahirwar (12) dari Madhya Pradesh, India tengah, menderita kondisi langka yang membuat lehernya bengkok dan kepalanya menggantung dari tubuhny

Editor: Yamani Ramlan
Dailymail
Mahendra Ahirwar 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Itulah ucapan putus asa orangtua dari seorang anak berusia 12 tahun yang lehernya bengkok asal India. Kondisi itu membuat kepanya seperti tergantung di samping tubuhnya.

Mahendra Ahirwar (12) dari Madhya Pradesh, India tengah, menderita kondisi langka yang membuat lehernya bengkok dan kepalanya menggantung dari tubuhnya.

Tulang belakannya diindikasikan lemah sehingga dia tidak bisa berdiri atau berjalan. Untuk posisi duduk pun mengalami keterbatasan.

Mahendra bisa saja merangkak, tetapi membutuhkan bantuan untuk makan dan pergi ke toilet.

Ayahnya, Mukesh Ahirwar (40), dan ibu Sumitra Ahirwar (35), yang keduanya bekerja sebagai buruh telah berkonsultasi lebih dari 50 dokter di India, tapi tidak bisa mendiagnosa kondisinya.

"Aku tidak bisa melihat dia menderita lagi. Menonton hidupnya sangat buruk. Dia tidak bisa melakukan apa-apa sendiri. Dia hanya duduk di sudut ruangan sepanjang hari. Ini ada kehidupan,” ujar Sumitra seperti dirilis Dailymail, Sabtu (18/4/2015).

"Saya harus membawa dia seperti bayi di mana-mana tapi dia berusia 12 tahun, bagaimana saya akan membawanya saat ia tumbuh bahkan lebih tua? Jika dokter tidak dapat mengobati anak saya lebih baik bahwa Allah membawanya,” keluhnya.

Yang mengejutkan, anggota masyarakat menyalahkan kondisi Mahendra pada dosa-dosa masa lalu Mukesh, dan percaya dia yang harus disalahkan untuk cacat anaknya.

Padahal, baik Mukesh maupun Sumitra juga memiliki anak yang sehat berusia 16 dan 10 tahun, dan seorang putri 14 tahun, dan selama kehamilan mereka tidak mengunjungi dokter ketika dia hamil dengan Mahendra.

"Anak-anak kita yang lain memiliki semua lahir secara normal tanpa masalah jadi kami tidak pernah berpikir untuk berkonsultasi dengan dokter atau USG seperti terhadap Mahendra, dan ia lahir di rumah seperti saudara-saudaranya,” tambah Mukesh.

Pasangan ini hanya melihat kepala anak mereka mulai menggantung ketika ia berusia sekitar enam bulan.

"Pada awalnya kita pikir dia hanya sedikit lemah dan dia akan baik-baik saja dalam waktu, tetapi dengan ulang tahun ketiga dia tidak mampu menjaga kepalanya tegak sama sekali," ayahnya menjelaskan.

Mukesh yang bekerja sebagai buruh bangunan telah meminjam uang dari teman-teman dan kerabat untuk membantu menemukan pengobatan untuk anaknya.

Namun dia mengatakan, dua tahun yang lalu ia memutuskan untuk berhenti membawa Mahendra ke dokter.

"Saya telah membawanya ke semua rumah sakit yang aku mampu. Bahkan rumah sakit utama di India, All India Institute of Medical Sciences di New Delhi, tapi setelah menghabiskan dua minggu di sana dokter gagal untuk memberitahu kami jika anak saya bisa diobati,” keluhnya.

Dr Shashidhar Tatavarthy, spesialis telinga, hidung dan tenggorokan di Rumah Sakit Artemis Delhi, berpikir Mahendra memiliki gangguan otot.

"Ini adalah salah satu yang paling langka dari kasus yang jarang terjadi. Kondisinya bisa disebabkan anomali tulang belakang atau gangguan otot, tetapi hanya dapat disimpulkan setelah penyelidikan menyeluruh," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved