Bandung yang Sejuk jadi Panas Menyengat, Ternyata karena Pria Ini

Selama beberapa hari ini, suasana kota Bandung yang biasanya terasa sejuk dan terkadang turun hujan kini terasa sangat panas dan terik

Tayang:
Editor: Eka Dinayanti
Intahn/Nova
Abah Ipin, pawang hujan yang mengupayakan kawasan Bandung cerah selama perayaan KAA ke-60. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selama beberapa hari ini, suasana kota Bandung yang biasanya terasa sejuk dan terkadang turun hujan, kini terasa sangat panas dan terik, terutama di siang hari.

Ternyata, panasnya kota Bandung selama menjelang dan pada puncak perayaan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung ini ada peran serta seseorang yang kerap disebut sebagai pawang hujan, atau orang yang memiliki keahlian untuk menghalau awan hitam di suatu area sehingga tidak terjadi hujan atau gangguan lain.

Dan pada perayaan KAA 2015 di Bandung yang mengambil tempat di sejumlah area di pusat Kota Kembang ini, seorang pawang hujan pun dikerahkan, agar Bandung tak diguyur hujan.

Sang pawang hujan itu bernama Abah Ipin. Ia mengaku diminta oleh pihak Pemkot Kota Bandung untuk menjaga cuaca di kota Bandung selama beberapa hari ini menjadi tetap cerah.

"Iya sejak Kamis saya sudah minta sama Yang Maha Kuasa agar di kawasan Kota Bandung yang dipakai untuk acara KAA tidak diguyur hujan. Jadi mohon maaf kepada warga Bandung, ya, kalau beberapa hari ini sampai Minggu (26/4) Bandung jadi panas sekali," ujar Abah Ipin saat ditemui di Bale Kota Bandung.

Menurut Abah Ipin yang asli warga Lengkong Kecil, Bandung ini, dirinya sudah kerap diminta oleh sejumlah pejabat kota Bandung dan warga Bandung lainnya yang punya hajat atau acara untuk menghalau awan hitam agar tidak turun hujan. Abah Ipin mengaku, awan hujan yang menggelayuti Kota Bandung akan dihalaunya untuk beralih ke kawasan di luar Bandung, seperti Garut, Tasikmalaya, dan sekitarnya.

Lantas bagaimana cara Abah Ipin menghalau awan-awan hitam ini? Apakah dengan cara ritual tertentu?

"Ah, saya mah tidak seperti pawang lain yang pakai sesajen. Saya mah caranya cukup dengan berdoa dan meminta kepada Yang Maha Kuasa agar wilayah Bandung tidak hujan. Memang ada ritualnya sedikit, seperti menggunakan air dalam botol atau gelas yang saya beri doa lalu dicipratkan ke udara. Juga dengan menggosok minyak tertentu ke beberapa bagian tubuh saya dan keris pusaka milik leluhur saya," papar Abah Ipin.

Sebagai ahli spiritual yang sudah cukup dikenal di kota Bandung, Abah Ipin ternyata kerap diundang banyak orang ke Banten dan Surabaya. Pengundang rata-rata ingin menggunakan jasanya, baik sebagai pawang hujan maupun sebagai penyembuh berbagai penyakit yang kerap diakibatkan oleh cara-cara tak kasat mata.

Sumber: Nova
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved