Air Mata Mary Menetes

Jelang eksekusi yang kabarnya dilakukan pekan ini, keluarga terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso

Editor: Eka Dinayanti
ANTARA FOTO/Yeyen
Terpidana mati Mary Jane Fiesta Veloso mengikuti lomba peragaan busana kebaya saat peringatan Hari Kartini di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, Selasa (21/4/15). Warna negara asal Filipina itu divonis hukuman mati atas kasus penyelundupan narkoba jenis heroin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CILACAP - Jelang eksekusi yang kabarnya dilakukan pekan ini, keluarga terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, menyambangi Lapas Besi kompleks Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jateng, Sabtu (25/4). Yakni, kedua orangtua, kakak perempuan dan dua anak Mary.

Selain mereka, ungkap seorang pengacara Mary, Ismail Muhammad, ikut pada pertemuan selama tiga jam hingga pukul 14.00 Wita itu adalah seorang pegawai Kedubes Filipina dan tiga jaksa.

Pada pertemuan itu, Mary beberapa kali meneteskan air mata. Terlebih saat memeluk kedua orangtua serta dua anaknya yang masih berusia 8 dan 6 tahun.

Sayang, Ismail mengaku tidak mengetahui isi percakapan keluarga itu karena menggunakan bahasa asli Filipina, Tagalog.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Minggu (26/4/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved