5 Menteri Memprihatinkan, Presiden Jokowi Harus Cepat Rombak Kabinet

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya segera mengadakan perombakan atau reposisi kabinet, sehingga dapat mengembalikan kepercayaan

Tayang:
Penulis: | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya segera mengadakan perombakan atau reposisi kabinet, sehingga dapat mengembalikan kepercayaan publik dan mencegah kuatnya oposisi sehubungan dengan merosotnya tingkat kepercayaan masyarakat.

Presiden setidaknya sudah harus merombak sebelum Mei atau paling lama sebelum bulan puasa mendatang karena ada menteri yang tidak searah dengan keinginan Jokowo yaitu Trisakti.

Mereka memiliki integritas dan orientasi ideologi lemah, demikian salah satu kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Lingkar Studi Perjuangan (LSP) diungkapkan salah satu peneliti, Gede Sandra, Senin (27/4/2015).

Hasil evaluasi LSP, tambah, Gede Sandra, berdasarkan evaluasi orientasi kebijakan, kapasitas, integritas maupun kepemimpinan 14 kementerian terkait ekonomi pada Kabinet Kerja 2014-2019.

Menurut peneliti LPS ini, jika tingkat ketidakpuasan masyarakat akan terakumulasi, maka bisa mengancam pemerintahan Jokowi sendiri. Sebab, sektor ekonomi saat ini menjadi sorotan masyarakat akibat kinerja para menteri yang tidak memuaskan.

Hasil evaluasi 14 kementerian itu terdapat lima menteri yang mendapat peringkat memprihatinkan karena program mereka sangat jauh dari apa yang dicita-citakan oleh Presiden Jokowi secara ideologi.

“Lima menteri ini sangat layak untuk dipertimbangkan masuk ke dalam daftar perombakan kabinet karena sangat jelas berideologi kanan selain neoliberal yang sangat bertentangan dengan Trisakti,” ujarnya.

Kelima menteri itu adalah Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dakhiri, Menteri Keuangan Bambang P Brojonegoro, Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri BUMN Rini Sumarno.

Sedangkan pada jejeran menteri yang dinilai paling memiliki kapasitas, integritas dan kepemimpinan paling kuat terdapat nama Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, Menteri Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Bapennas Andrinof Chaniago serta Menteri Perindustrian Saleh Husein.

“Jadi, yang diperlukan itu adalah menteri yang bekerja, kreatif sesuai dengan kementeriannya, seperti Siti Nurbaya cocoknya di Menteri PAN saja,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved