Parfum Ini Beraroma Bau Badan Orang yang Telah Meninggal Dunia
Kerinduan pada sosok suami, membuat perempuan berusia 56 tahun itu tiap hari memeluk sarung bantal sang suami untuk mencium bau badannya
BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang pengusaha yang sedang dirundung kesedihan akibat ditinggal mati sang suami, membuat parfum yang mampu menampilkan ‘bau’ si suami yang telah tiada.
Dibuatnya parfum yang menyerupai bau badan sang suami itu, dibuat Katia Apalategui yang telah ditinggal mati suaminya sejak tujuh tahun lalu.
Kerinduan pada sosok suami, membuat perempuan berusia 56 tahun itu tiap hari memeluk sarung bantal sang suami untuk mencium bau badannya yang masih tertinggal di sana.
Kebiasaannya mencium sarung bantal itu pula yang mengilhami Katia Apalategui membuat parfum yang sama persis dengan bau badan suaminya.
Katia Apalategui yang berprofesi sebagai pramuniaga asuransi di Perancis ini, telah memikirkan cara yang lebih permanen untuk menangkap aroma individu seseorang dalam upaya untuk membantu orang lain yang sedang berkabung.
Hubungan yang kuat antara bau dan memori adalah alasan produk dijamin akan memberikan 'penciuman kenyamanan' kepada pelanggan.
"Kami akan melalui rumah duka untuk menawarkan keluarga sebuah kotak kecil berisi botol bau yang diambil dari sepotong bahan yang disediakan oleh mereka," katanya, seperti dirilis Dailymail, pekan tadi.
Bau dari potongan bahan tersebut akan menjadi dasar untuk ‘mengukur' parfum yang akan dibuat seperti bau badan si mendiang.
Untuk membantu mengembangkan idenya, Katia Apalategui bekerja sama dengan Universitas Havre di Perancis, di mana peneliti telah mengembangkan teknik untuk mereproduksi bau manusia.
Peneliti dari Universitas Harve, Geraldine Savary, menjelaskan proses mengambil bau dari pakaian seseorang adalah menggali beberapa ratus molekul karakteristik bau sebagai dasar untuk membuat sebotol parfum memerlukan waktu hingga empat hari.
“Ada sinergi yang sempurna antara apa yang dia ingin lakukan dan apa peneliti kami lakukan, sehingga kami memutuskan untuk ikut terlibat dalam pekerjaan ini,” jelasnya.
Dia mengakui, ada hubungan yang sangat kuat antara memori dan bau yang mirip dengan mendiang, dan akan menimbulkan kenangan lebih daripada melihat foto-foto lama, video dan hal-hal lain.
Popular Science melaporkan, proses klasik parfum distilasi adalah metode yang paling mungkin, dengan cara melakukan penguapan bersuhu tinggi pada objek dan menangkap hasilnya.
Katia Apalategui mengaku, meskipun terinspirasi oleh kematian suaminya, dia berharap produknya bisa juga ideal dipersembahkan pada Hari Valentine atau bahkan untuk anak-anak jauh dari orang tua mereka.
Katia Apalategui berencana meluncurkan produk parfumnya tersebut pada September 2015 ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-parfum_20150429_114714.jpg)