Bocah Ini Tetap Ingin Ikut ujian SD Meski Ayahnya Tewas Usai Gorok Ibunya

Betapa tidak, dua bocah ini harus menjadi yatim piatu: Andreas Septian Danuarta (12) dan Ridho Dwiputi (6).

Bocah Ini Tetap Ingin Ikut ujian SD Meski Ayahnya Tewas Usai Gorok Ibunya
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Kasus suami bunuh istri lantas bunuh diri di Surabaya menyisakan cerita yang sangat mengharukan siapapun, terasa menyayat hati.

Betapa tidak, dua bocah ini harus menjadi yatim piatu: Andreas Septian Danuarta (12) dan Ridho Dwiputi (6). Mereka anak-anak mendiang Teguh dan Sriyatun.

Teguh menggorok Sriyatun, lantas bunuh diri dengan cara menusuk perutnya. Keduanya tewas, 13 Mei 2015.

Jika Andreas Septian Danuarta ingin terus ikut ujian SD demi menyenangkan hati orangtuanya yang sudah tewas, Ridho terlihat belum memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Padahal, sesuatu yang mungkin menyusahkannya seumur-umur, baru saja terjadi.

Ridho terlihat masih kebingungan. Sementara ini, dia tinggal di rumah bibinya. Ia berkali-kali memaksa diantar pulang ke rumah kontrakan, tempat ayahnya menggorok ibunya lantas bunuh diri.

Namun tentu keinginan bocah kurus itu tidak bisa terturuti, karena rumahnya sudah disegel oleh garis polisi.
“Ora iso le, rumahnya dikunci sama pak polisi,” tutur Mbah Wan, ibu Sriyatun, berkali-kali untuk menenangkan cucunya.

Sriyatun adalah istri Teguh yang kedua. Sebelumnya, pria yang berprofesi sebagai pekerja bangunan itu menikah di kota asalnya, Tulungagung, dan memiliki dua orang anak.

“Kedua anaknya dengan istri yang dulu sudah besar semua. Sekarang putrinya bekerja di Malaysia, dan putranya bekerja di Kalimantan,” terang Madun, kakak ipar Teguh.

Ia sudah sekitar 14 tahun tinggal di lingkungan itu, setelah menikahi Sriyatun.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved