Bungsade Keliling Kalimantan Pakai Harley Davidson
Berikutnya rute dari Berau ke Sanggata yang jalannya dari bebatuan gunung sebesar kepala harus dilewati dengan hati-hati.
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Halmien
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ada yang menyebutnya kurang kerjaan dan ada pula yang menyebutnya perjalanan gila. Komentar itu keluar saat tahu Bungsade. Menggelar adventure menggunakan motor besarnya Harley Davidson Jelajah Pulau Borneo.
Selama dua minggu, Sade biasa disapa mengeliling pulau Kalimantan dengan jarak 5.000 kilometer sejak 28 April lalu.
"Disebut kawan perjalanan gila karena hanya saya satu-satu rombongan yang menggunakan harley sebab yang lain menggunakan motor adventure," ujar Sade.
Yang namanya rute adventure kata Sade tentu saja jalannya bervariasi mulai dari jalan aspal mulus, bebatuan, sungai, becek hingga Jalan yang putus dan naik feri.
"Bayangkan saja jika harley dibawa ke jalan itu pasti orang bilang tidak sanggup," jelas dia.
Bersama dua rombongan lainnya Sade yang menggunakan Harley-Davidson type Street Glade juga ada Ketua HDCI Kalsel, Edy Sudarmadi dan Limanjono alias Alunk Presiden of Pengembara yang keduanya menggunakan motor adventure BMW GS mereka berangkat dari Banjarmasin dilepas secara sederhana oleh keluarga besar HDCI dan komunitas motor.
"Di hari pertama perjalanan menuju Pontianak dengan jarak 1.200 kilometer aman tidak ada kendala," ujar Sade.
Tantangan mulai terasa saat Menuju Kuching, Bintalu (Malaysia) dan Brunei Darussalam mengingat sudah memasuki negara orang. Segala perlengkapan seperti izin, pasport, SIM dan surat motor diperiksa dengan ketat.
"Di Brunei kita menghadiri even balasan saat Kalimantan Bike Week lalu. Disana kita disambut rekan-rekan sesama harley," tambah dia.
Tantangan berat mulai terasa saat Berada di Kinabalu, Tawau dan Tarakan. Dimana untuk bisa menyeberang harus menggunakan feri selama 15 jam. "Beruntung pas kami tiba, feri penyeberangan sehari itu ada. Biasanya bisa menunggu satu bahkan hingga dua minggu baru ada," lanjut dia.
Setelah sampai Tarakan kembali menyeberang lagi ke pelabuhan Dermaga Ancam Kalimantan Timur untuk menuju Berau. Dari pelabuhan jalan sepanjang 40 kilometer sangat sulit dilalui karena jalan rusak parah bahkan hingga berlumpur.
"Harley yang lajimnya dijalankan untuk jalan aspal mulus harus melewati lumpur. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya perjuangan," sebut dia.
Berikutnya rute dari Berau ke Sanggata yang jalannya dari bebatuan gunung sebesar kepala harus dilewati dengan hati-hati.
"Memang di jalan sempat banyak kejadian yang membahayakan namun tidak sampai terjadi kecelakaan," terang dia.
Sade mengaku selama perjalanan dia sudah mengatur semua keperluan baik tidur, bahan bakar, makan dan istirahat sudah dijadwalkan dan semua sesuai jadwal.
"Target kami satu hari mampu menempuh 800 kilometer dan itu bisa dicapai," sebut dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sade-bersama-harley-davidsonnya_20150517_203628.jpg)