Saya Mencintai Negara Ini

Di Indonesia, Patek sudah menjadi buruan sejak keterlibatannya dalam kasus pengeboman di Bali pada 2002 silam (Bom Bali I) dengan korban tewas

Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/antarafoto
Terpidana kasus terorisme Umar Patek (kedua kanan) membawa bendera ketika menjadi pengibar bendera merah putih pada upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Lapas Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (20/5/15). Umar Petek yang merupakan pemimpin kelompok radikal Jamaah Islamiyah tersebut menjadi pengibar bendera merah putih sebagai bentuk rasa cinta kepada Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - UMAR Patek (49) adalah sosok yang pernah menjadi buronan utama Interpol. Bahkan, Amerika Serikat (AS) sempat mengadakan sayembara perburuan terhadap pria kelahiran Pemalang, Jateng itu dengan imbalan sekitar Rp 9 miliar.

Di Indonesia, Patek sudah menjadi buruan sejak keterlibatannya dalam kasus pengeboman di Bali pada 2002 silam (Bom Bali I) dengan korban tewas mencapai 202 orang.

Setelah lama ‘menghilang’, Patek kembali muncul di muka umum, Rabu (20/5/2015). Yang lebih mengejutkan dia menjadi pemimpin tim pengibar bendera dalam upacara Hari Kebangkitan Nasional di lapangan lapas. Tim ini beranggotakan sembilan orang yang kesemuanya juga narapidana.

“Saya ini warga negara Indonesia. Sudah sepantasnya saya mencintai negara saya. Hari ini saya buktikan dengan mengibarkan bendera merah putih. Saya tidak pernah memerangi Indonesia. Sekali lagi, saya mencintai Indonesia ,” ujar pria yang pernah berperang di Afganistan, Irak dan Pakistan ini.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (21/5/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved