Malabuh Pisang Balanting Paring

Sekali Kirim Satu Laksa

Hampir tiap minggu sebagian besar warga Halong malabuh pisang. Itu karena mereka memiliki banyak kebun pisang.

Penulis: Elhami | Editor: Halmien

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pisang-pisang itu diangkut ke atas truk atau angkutan lainnya, lalu dikirim ke Amuntai atau kota lain. Melihat itu ingatan Eter Nabiring kembali ke masa dia masih kecil saat tinggal di Halong Kabupaten Balangan. Putra Dayak tersebut terkenang saat pisang dari Halong diangkut menggunakan rakit bambu.

“Malabuh pisang balanting paring namanya,” kata Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Balangan.

Sedari zaman kakek-neneknya, pisang dari Halong dikirim ke Amuntai lewat sungai. Soalnya saat itu tidak ada jalan darat.

Hampir tiap minggu sebagian besar warga Halong malabuh pisang. Itu karena mereka memiliki banyak kebun pisang.

Sekali malanting, menurut penulis kamus Bahasa Dayak tersebut, bisa membawa satu laksa yakni 10 ribu pisang. Sedang bambu yang dibawa 200-300 batang.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Selasa (26/5/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved