Teka-teki Sanksi dari FIFA
Jika tidak, sanksi berupa pelarangan bagi klub dan timnas sepak bola Indonesia berlaga di tingkat regional dan internasional dijatuhkan
BANJARMASINPOST.CO.ID - JUMAT (29/5) ini adalah deadline FIFA (Federasi Sepak Bola Dunia) bagi PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) untuk menyelesaikan perseteruannya dengan Kemenpora.
Jika tidak, sanksi berupa pelarangan bagi klub dan timnas sepak bola Indonesia berlaga di tingkat regional dan internasional dijatuhkan.
Penangkapan belasan pejabat FIFA pada Rabu (27/5) memberi harapan sanksi untuk Indonesia dibatalkan, setidaknya ditunda. Namun, pernyataan lain diucapkan Ketua Umum PSSI La Nyalla M Mattalitti yang sedang berada di markas FIFA di Zurich, Swiss, Kamis (28/5).
Dia dan Wakil Ketua Umum Hinca Panjaitan berada di sana untuk mengikuti kongres FIFA yang salah satu agenda tambahannya adalah membahas sanksi untuk Indonesia.
Apa pernyataan La Nyalla? Dia menegaskan hingga Kamis (28/5), sanksi masih mengancam. Alasannya, Menpora Imam Nahrawi belum mencabut surat keputusan pembekuan PSSI.
“Atas nama PSSI, saya mohon maaf kepada rakyat Indonesia, khususnya pencinta dan keluarga besar sepak bola Indonesia, terutama pemain, pelatih, wasit dan suporter serta pelaku industri sepak bola. Masa depan sepak bola Indonesia kini di ujung tanduk,” kata La Nyalla melalui surat kepada media PSSI.
Sebelumnya, Imam justru yakin sanksi itu tidak akan dijatuhkan FIFA yang kini sibuk mengurus organisasi pascapenangkapan para pejabatnya terkait kasus dugaan korupsi, suap dan pencucian uang.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Jumat (29/5/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/balasan-surat-ke-fifa_20150418_124516.jpg)