Timnas U-23 Selamat dari Sanksi

PSSI kehilangan hak keanggotaannya dan semua tim Indonesia (nasional dan klub klub) dilarang melakukan aktivitas internasional

Editor: Halmien
KOMPAS.COM/JALU WISNU WIRAJATI
Pemain Timnas Indonesia U-23 berpose sebelum laga melawan Malaysia U-23 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (21/5/2015). 

JAKARTA, BPOST - Kongres FIFA sudah ditutup Sabtu (30/5) dini hari. Untuk kali kelima, Sepp Blatter yang sudah berusia 79 tahun terpilih sebagai ketua Federasi Sepak Bola Internasional itu.

Selain pemilihan ketua, agenda kongres di Zurich, Swiss itu adalah pembahasan suspensi atau larangan berkompetisi dan pemecatan dari keanggotaan. Pada sesi tersebut hanya dibicarakan permintaan Palestina agar organisasi sepak bola Israel diberi sanksi. Namun, setelah melalui pembahasan cukup alot, permintaan itu ditolak. Bahkan, organisasi sepak bola kedua negara tersebut bersedia berdamai.

Bagaimana dengan ancaman sanksi untuk Indonesia yang selalu dijadikan ‘senjata’ bagi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mendesak Menpora Imam Nahrawi mencabut surat keputusan (SK) pembekuan organisasinya? Kekisruhan sepak bola di Indonesia itu tidak dibahas.

Loloskah Indonesia dari sanksi FIFA? Tidak. Malam tadi, FIFA menjatuhkan sanksi itu. Pada surat yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Valcke disebutkan keanggotaan Indonesia di FIFA dicabut. Keputusan itu merupakan hasil rapat Komite Eksekutif FIFA.

Selama masa hukuman, PSSI kehilangan hak keanggotaannya dan semua tim Indonesia (nasional dan klub klub) dilarang melakukan aktivitas internasional termasuk berpartisipasi di kompetisi FIFA dan AFC. Meski demikian, sanksi FIFA tidak berdampak kepada timnas U-23 Indonesia yang akan berlaga di SEA Games 2015 di Singapura.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Minggu (31/5/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved