Bukan Takut Gelap tapi Takut Suasana Malam Hari

Para peneliti menemukan bahwa tidak ada perbedaan dalam tanggapan terhadap gambar netral dan suara antara siang dan malam.

Bukan Takut Gelap tapi Takut Suasana Malam Hari
dailymail
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Anda takut berada di kegelapan. Menurut penelitian, sebenarnya Anda tidak takut terhadap kegelapan, tapi takut pada kondisi malam, yaitu saat berada di dalam kegelapan tubuh menganggap itu malam hari.

"Penelitian menunjukkan bahwa individu yang sangat reaktif terhadap isyarat bahwa sinyal potensi kejadian yang mengancam di malam hari," rilis para peneliti dari Universitas Barat Daya di Tiongkok, seperti dirilis Dailymail, Selasa (2/6/2015).

Untuk menganalisanya, para peneliti merekrut 120 perempuan yang diuji, sendiri, di sebuah bilik jendela di salah satu dari empat kondisi, yaitu cahaya di siang hari, gelap di siang hari, gelap di waktu malam, dan gelap di malam hari.

Pada layar komputer mereka menunjukkan 100 gambar menakutkan dan 50 lainnya gambar netral, seperti barang-barang rumah tangga.

Mereka juga mendengarkan 100 menakutkan seperti jeritan, dan 50 suara netral seperti kipas berputar.

Suhu kamar yang ketat dan respons diukur menggunakan data fisiologis, seperti berkeringat, dinilai melalui tes konduktansi kulit, dan detak jantung, serta laporan responden secara langsung saat menjalani tes.

Para peneliti menemukan bahwa tidak ada perbedaan dalam tanggapan terhadap gambar netral dan suara antara siang dan malam.

Namun, gambar dan suara menakutkan membuat wanita lebih takut pada malam hari dibandingkan saat kondisi siang.

Para perempuan menanggapi ancaman potensial lebih efektif di malam hari, sementara mereka merasa 'aman' saat hal itu berlansung pada kondisi terang atau siang hari.

Menulis dalam International Journal of psikofisiologi, para peneliti menyarankan bahwa ritme siklus 24 jam proses biologi turut rasa takut dan kepekaan kita.

Karena malam akan menjadi jauh lebih berbahaya, berdasar evolusi nenek moyang kita, sehingga hidup lebih efisien proses informasi-ancaman terkait di malam hari, untuk menjaga diri kita agar merasa aman.

"Bukti yang disajikan di sini menunjukkan, malam yang mungkin memperkuat sinyal takut dan meningkatkan respons takut melalui salah satu bentuk yang paling dasar dan primitif. Dan fungsi mendasar ini memeriksa apakah stimulus eksternal yang berpotensi berbahaya memiliki akar evolusi yang dalam," kata peneliti.

Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved