Untungkan Wisata Domestik
Terparah Sejak 1998
terlihat dari peningkatan jumlah penumpang transportasi udara tujuan domestik. Di sisi lain, transportasi udara tujuan internasional turun
JAKARTA, BPOST - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin anjlok, bahkan mencetak rekor pelemahan terparah sejak krisis ekonomi 1998 lalu. Pada Kamis (4/6), rupiah terpuruk di posisi Rp 13.281 per dolar AS setelah sehari sebelumnya bertengger di Rp 13.230 per dolar AS.
Sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup pada 5.095,82, setelah melemah 34,68 poin (0,68 persen).
Banyak dampak yang terjadi akibat pelemahan rupiah, termasuk di bidang pariwisata. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan kondisi itu menyebabkan terjadinya pengalihan destinasi wisata dari luar negeri ke tujuan domestik.
Pengalihan terlihat dari peningkatan jumlah penumpang transportasi udara tujuan domestik. Di sisi lain, transportasi udara tujuan internasional turun. Dari Maret hingga April 2015, jumlah penumpang angkutan udara tujuan domestik naik 5,98 persen, dari 5,13 juta orang menjadi 5,44 juta orang.
“Dugaan kami, dengan pelemahan kurs rupiah banyak yang mengalihkan perjalanan ke luar negeri menjadi ke dalam negeri. Ini bagus juga, wisatawan domestik menjadi meningkat, transportasi juga naik,” kata Suryamin.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Jumat (5/6/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id