Pupur Dingin dan Pupur Bangkal, Bikin Kulit Adem dan Mulus

Kedua bedak ini dibuat secara tradisional dan dijual di pasar-pasar tradisional di Banjarmasin. Di antaranya di Pasar Ahad

Pupur Dingin dan Pupur Bangkal, Bikin Kulit Adem dan Mulus
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Pupur dingin dan pupur bangkal adalah bedak tradisional Banjar khas Kalimantan Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pupur dingin dan pupur bangkal adalah bedak tradisional Banjar khas Kalimantan Selatan. Fungsinya biasanya untuk menghaluskan, mengencangkan dan memutihkan kulit.

Kedua bedak ini dibuat secara tradisional dan dijual di pasar-pasar tradisional di Banjarmasin. Di antaranya di Pasar Ahad di Jalan A Yani Km 7.

Bedak-bedak ini sejak ratusan tahun silam memang sudah dikenal dan akrab dengan kehidupan sehari-hari orang Banjar. Bahannya pun alami, yaitu dari beras dan buah bengkoang.

Karena cuaca Kalimantan Selatan yang panas, membuat kulit kerap hitam jika sering terkena sinar matahari. Orang-orang Banjar sering memakai bedak ini untuk mendinginkan kulit. Jika sering memakainya, niscaya kulit pun akan putih dan mulus. Pemakainya bisa laki-laki juga perempuan dan untuk segala usia.

Mereka biasa memakainya di waktu senggang. Waktu pemakaiannya bisa kapan saja, bisa pagi, siang atau malam. Caranya, cukup dicampur dengan air lalu dioleskan ke wajah dan badan.

Seorang penjualnya adalah Hj Tini. Dia menjual pupur dingin dan pupur bangkal ini sudah lama. Bedak ini dijual dalam bentuk kemasan plastik kecil dan besar.

"Kalau pupur dingin ada yang putih dan kuning warnanya. Harganya sebungkus kecil ini Rp 2.000. Pupur bangkal juga Rp 2.000. Kalau yang bungkus besar isi 24 bungkus kecil harganya Rp 13.000," katanya.

Bedak tradisional ini biasanya dibuat di rumah-rumah. Misalnya pupur dingin yang berbahan beras, biasanya beras ditumbuk hingga halus lalu dicampuri air. Lantas dibentuk bulat-bulat kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Terkadang ada juga yang mencampurnya dengan irisan daun pandan agar wangi.

"Itu yang warnanya putih. Kalau pupur dingin kuning itu bercampur buah bengkoang dan tanah kuning. Cara membuatnya sama saja, hanya saja ditambahi bengkoang yang sudah dihaluskan," urainya.

Sedangkan pupur bangkal berbahan kayu pohon bangkal. Kayunya dikerik lalu ditumbuk, dibentuk bulat-bulat pipih kemudian dijemur. Cara pemakaiannya sama dengan pupur dingin.

Bedak-bedak ini biasanya banyak diproduksi di daerah Gambut, Kabupaten Banjar dan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Para pembelinya kerap memborong bedak jualannya ini untuk dipakai sendiri atau untuk oleh-oleh. "Orang-orang Jawa yang sering sekali membeli pupur ini. Mereka belinya borongan, banyak. Katanya mau buat oleh-oleh," jelasnya.

Seorang pembelinya adalah Dewi. Dia senang memakai pupur dingin untuk merawat kecantikan kulitnya.

Biasanya dipakainya siang. "Pakai pupur dingin itu rasanya kulit yang panas kena matahari jadi dingin. Segar sekali rasanya. Banjarmasin kan udaranya panas, enak kalau pakai ini siang-siang," ujarnya.

Pasar Ahad ini letaknya di Jalan A Yani Km 7. Posisinya tepat di belakang Hotel Amaris Banjar. Jika mau ke sini, bisa naik transportasi umum seperti becak, bajaj dan ojek. Bisa juga menggunakan angkutan kota ambil jurusan Kilometer 6. Turun di Terminal Induk Kilometer 6. Setelah itu, bisa lanjut perjalanan menggunakan becak, bajaj atau ojek ke pasar ini.

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved