Teori Matematika Ini Mungkin Menjelaskan Tragedi Malaysia Airlines

Selain lokasi pesawat itu sendiri, salah satu misteri terbesar di balik hilangnya Malaysia Airlines MH370 sejak Maret 2014

Teori Matematika Ini Mungkin Menjelaskan Tragedi Malaysia Airlines
d.ibtimes.co.uk
sekelompok peneliti menganggap teori matematika mungkin menjelaskan alasan Malaysia Airlines MH370 bisa hilang tanpa jejak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selain lokasi pesawat itu sendiri, salah satu misteri terbesar di balik hilangnya Malaysia Airlines MH370 sejak Maret 2014 adalah tidak adanya puing-puing dari pesawat tersebut. Namun, sekelompok peneliti menganggap teori matematika mungkin menjelaskan alasan Malaysia Airlines MH370 bisa hilang tanpa jejak.

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh American Mathematical Society, pesawat bisa menghilang tanpa jejak jika jatuh secara nosedived, yaitu jatuh menukik nyaris 90 derajat dengan “hidung” pesawat yang pertama kali menyentuh permukaan laut. Dengan kondisi ini, pesawat dimungkinkan untuk tenggelam secara utuh ke dasar laut.

"Saat-saat akhir dari MH370 cenderung tetap menjadi misteri sampai suatu hari nanti kotak hitam akhirnya ditemukan dan diterjemahkan," tutur pemimpin penelitian Goong Chen dari Texas A&M University. "Tapi analisa forensik sangat mendukung teori bahwa MH370 terjun ke laut dengan menukik tajam."

Chen dan tim peniliti dari Texas A&M, Penn State, Virginia Tech, MIT dan Qatar Environment and Energy Research Institute membuat lima simulasi skenario yang mungkin untuk melihat apakah ada kondisi yang menyebabkan pesawat rusak dan selanjutnya tenggelam tanpa meninggalkan puing-puing di permukaan laut.

Sudut tertentu saat pesawat menyentuh permukaan laut akan menyebabkan kerusakan langsung dan fatal pada pesawat, seperti yang ditunjukkan pada kedua model matematika dalam simulasi insiden pada kehidupan nyata.

Ada skenario lain yang akan memungkinkan pesawat jatuh ke laut dengan sedikit kerusakan langsung, yaitu pada pesawat yang masuk ke air dengan cara meluncur. Itulah cara yang dilakukan Capt. Chesley "Sully" Sullenberger saat membawa US Airways dengan penerbangan 1549 saat mendarat di Sungai Hudson pada tahun 2009.

Kebanyakan kecelakaan pesawat lainnya menyebabkan puing-puing menyebar luas, seperti 3.500 potongan puing-puing mengambang yang ditemukan setelah kecelakaan pesawat Air France 447 di Samudera Atlantik pada 2009. (huffingtonpost.com)

Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved