Bukan Sekali Ini Saja SEA Games Jadi Lahan Petaruh

Rajendran diduga bersekongkol dengan Nasiruddin, Moises dan orang lain yang tidak dikenal untuk memberikan $ 15.000 kepada Orlando sebagai hadiah

Bukan Sekali Ini Saja SEA Games Jadi Lahan Petaruh
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Timor Leste U-23 dicurigai terkena suap pada SEA Games 2015 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus suap yang terjadi di SEA Games di Singapura terbilang masih wangi. Sebelum muncul isu suap Indonesia U-23, Manajer tim sepak bola Timor Leste, Orlando Marques Henriques Mendes, dan mantan pemain Timor Leste, Moises Natalino de Jesus dituduh telah disuap. Dua orang lainnya juga menghadapi tuduhan serupa Rajendran Kurusamy (Singapura), dan rekannya, Nasiruddin (Indonesia).

Rajendran diduga bersekongkol dengan Nasiruddin, Moises dan orang lain yang tidak dikenal untuk memberikan $ 15.000 kepada Orlando sebagai hadiah untuk mengatur Timor Leste U-33 kalah 1-3 dalam pertandingan pembukaan mereka melawan Malaysia, Sabtu (30/5).

Namun Orlando dan Rajendran membantah tuduhan di pengadilan Singapura. Kasus ini pun ibarat pemicu awal adanya tuduhan yang berlanjut jika tujuh pertandingan Indonesia U-23 juga terindikasi adanya pengaturan skor. Namun tuduhan yang belum terbukti ini sudah membuat gaduh sepak bola nasional yang tengah bermasalah. Kasus pengaturan skor di SEA Games bukan sekali ini saja terjadi.

Pada tahun 2005, Kepolisian Vietnam menangkap dua pemain Vietnam U-23 yang terindikasi pengaturan skor di SEA Games 2005 di Filipina. Akhirnya Vietnam striker Pham Van Quyen, yang kala itu sangat populer dan gelandang muda menjanjikan, Le Quoc Vuong, dihukum oleh pengadilan Vietnam karena skandal tersebut.

Menurut laporan polisi, setidaknya ada lima pemain dari tim yang diasuh Alfred Riedl kala itu dicurigai dan diperiksa. Mereka dituduh akibat Vietnam U-23 kalah 0-3 dari Thailand U-23 pada final di Bacolod, Filipina.

Rajendran diduga bersekongkol dengan Nasiruddin, Moises dan orang lain yang tidak dikenal untuk memberikan $ 15.000 kepada Orlando sebagai hadiah untuk mengatur Timor Leste U-33 kalah 1-3 dalam pertandingan pembukaan mereka melawan Malaysia, Sabtu (30/5). Namun Orlando dan Rajendran membantah tuduhan di pengadilan Singapura.

Kasus ini pun ibarat pemicu awal adanya tuduhan yang berlanjut jika tujuh pertandingan Indonesia U-23 juga terindikasi adanya pengaturan skor. Namun tuduhan yang belum terbukti ini sudah membuat gaduh sepak bola nasional yang tengah bermasalah.

Kasus pengaturan skor di SEA Games bukan sekali ini saja terjadi. Pada tahun 2005, Kepolisian Vietna

m menangkap dua pemain Vietnam U-23 yang terindikasi pengaturan skor di SEA Games 2005 di Filipina. Akhirnya Vietnam striker Pham Van Quyen, yang kala itu sangat populer dan gelandang muda menjanjikan, Le Quoc Vuong, dihukum oleh pengadilan Vietnam karena skandal tersebut.

Menurut laporan polisi, setidaknya ada lima pemain dari tim yang diasuh Alfred Riedl kala itu dicurigai dan diperiksa. Mereka dituduh akibat Vietnam U-23 kalah 0-3 dari Thailand U-23 pada final di Bacolod, Filipina.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved