Ditemukan Pewarna Tekstil di Es Buah Pasar Wadai

Rupanya ada makanan mengandung rhodamin B alias menggunakan pewarna tekstil. Zat itu ditemukan pada kolang-kaling yang terdapat dalam es buah

Penulis: Murhan | Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/dapurlezatos
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 30 titik tempat penjualan jajanan untuk berbuka puasa mendapat pengawasan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin selama Ramadan.

Rupanya ada makanan mengandung rhodamin B alias menggunakan pewarna tekstil. Zat itu ditemukan pada kolang-kaling yang terdapat dalam es buah di satu pasar wadai di Banjarmasin.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Diah R Praswati, pihaknya bersama Puskesmas melakukan pemantauan itu. “Puskesmas diberi reagen yakni zat yang bisa melihat kandungan berbahaya dalam makanan,” katanya.

Setiap Puskesmas diberi kewenangan untuk memantau jajanan buka puasa di lingkungannya dengan mengambil sampel makanan yang dicurigai. “Nah, dari sejumlah titik pantauan itu, dan dari 20 sampel pada awal Ramadan, ada satu yang mengandung Rhodamin B dari kolang-kaling,” jelasnya.

Setelah ada temuan itu, penjualnya diberi pembinaan. Pihaknya mendatangi rumahnya dan memberi penjelasan bagaimana membuat makanan yang aman. Kalaupun menggunakan pewarna, harus alami atau benar-benar untuk makanan.

Setelah ini, dua pekan setelah temuan, penjual tersebut akan dipantau dan dievaluasi lagi, apakah masih menggunakan zat pewarna teks tersebut atau tidak. “Kami tidak akan menyita, karena bukan kewenangan. Lagipula kasihan kalau disita, mereka juga mau berusaha,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved