MF Belum Usulkan Tesis Baru
Dia seakan menyerahkan penilaian terhadap upaya penjiplakan itu kepada sivitas akademika IAIN Antasari dan masyarakat.
Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Halmien
BANJARMASIN, BPOST - Kasus usulan tesis yang diajukan mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana IAIN Antasari, Banjarmasin terus berlanjut. Alumni IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Ahmad Sahar mengakui skripsi yang diduga dijiplak sebagai usulan penyusunan tesis tersebut adalah karyanya.
Judulnya, Pandangan Al Ghazali dan Emile Durkheim tentang Pendidikan Moral dalam Masyarakat Modern. Skripsi itu disusunnya pada 2003 silam saat kuliah di Prodi PAI Fakultas Tarbiyah. “Iya, judul skripsi saya memang itu,” ucap dia, kemarin.
Disinggung tentang upaya penjiplakan terhadap skripsinya, Sahar memilih tidak berkomentar. Dia seakan menyerahkan penilaian terhadap upaya penjiplakan itu kepada sivitas akademika IAIN Antasari dan masyarakat.
Saat dihubungi lagi, Hairul mengungkapkan MF belum kembali mengajukan usulan tesis. “Belum ada. Untuk proposal yang ditolak, proses selanjutnya diserahkan ke prodi termasuk pengajuan nama penguji baru,” kata dia.
Mandataris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Kalsel H Gerilyansyah Basrindu mengungkapkan belum semua PTS memiliki alat deteksi penjiplakan karya ilmiah. Mereka lebih mengandalkan internet dengan mengecek variabelnya melalui mesin pencari seperti Google.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (9/7/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id