Sekali Main Dibayar Rp 2 Juta
Saat itu, Sabtu (11/4/2015) malam, tuan rumah Barito Putera yang begitu diunggulkan, diluar dugaan justru dipermalukan oleh tim tamu Persegres Gresik
Penulis: Frans Rumbon | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - SEBELUM disetop penyelenggaraannya, partai terakhir Qatar National Bank (QNB) League --Benama baru Indonesia Super League (ISL) 2015-- menjadi momentum pahit bagi skuat Barito Putera dan pendukungnya yang memadati Stadion 17 Mei Banjarmasin.
Saat itu, Sabtu (11/4/2015) malam, tuan rumah Barito Putera yang begitu diunggulkan, diluar dugaan justru dipermalukan oleh tim tamu Persegres Gresik United. Striker asal Kamerun, Herman Dzumafo Epandi menjadi momok Laskar Antasari. Gol itu cukup membekas di benak para pemain Tim Seribu Sungai, termasuk Leonard Tupamahu. Bek senior itu dinilai gagal membendung pergerakan Dzumafo yang bertubuh "raksasa".
Lebih kurang dua bulan berlalu, kini Leo --sapaan Leonard-- kembali bersua Duzmafo. Bedanya keduanya bakal jadi rekan satu tim. Mereka akan memperkuat tim Horas Community pada babak 16 besar turnamen Liga Ramadan 145 di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar, Sulsel, Jumat (10/7) sore ini.
Selain keduanya, klub milik Hendrik Wijaya itu menyewa sejumlah pemain top, di antaranya Ferdinand Sinaga, Titus Bonai dan David Pagbe. Informasi didapat, untuk sekali game Dzumafo dibayar Rp 2 juta. Pemilik Horas Community, Hendrik Wijaya Horas mengatakan, kehadiran Dzumafo untuk menggantikan posisi Titus Bonai yang kini fokus syuting sinetron.
Selengkapnya baca Metro Banjar edisi cetak Jumat (10/7/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/leo-versus-dzumafo_20150710_061633.jpg)